Autos.id – Toyota Hilux BEV semakin menunjukkan sinyal kuat akan hadir di pasar Indonesia. Mengutip laporan Otodriver (20/6/2026), nama model tersebut terpantau muncul dalam data Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Pemprov DKI Jakarta dengan kode HILUX BEV DC 4X4 dan nilai NJKB sebesar Rp674 juta.
Kemunculan nama Hilux BEV dalam database kendaraan bermotor tersebut memicu spekulasi bahwa Toyota tengah mempersiapkan langkah untuk membawa pikap listrik itu ke pasar Indonesia. Meski demikian, PT Toyota-Astra Motor (TAM) masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana peluncuran maupun jadwal pemasarannya.
Sebelumnya, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma mengungkapkan bahwa Toyota akan mempelajari peluang kehadiran model tersebut karena produknya sudah tersedia secara global. Senada dengan itu, Head of Public Relation PT Toyota-Astra Motor Philardi Sobari menegaskan pihaknya belum dapat memberikan komentar terkait pergerakan produk maupun rencana peluncuran kendaraan baru di Indonesia.
Secara global, Toyota Hilux BEV merupakan bagian dari Hilux generasi kesembilan yang diperkenalkan pada akhir 2025. Model ini menjadi tonggak penting bagi Toyota karena merupakan Hilux listrik pertama sekaligus kendaraan listrik pertama Toyota yang menggunakan konstruksi body-on-frame atau ladder frame.

Interior Toyota Hilux BEV (sumber: Heather Raymundo/Top Gear)
Di beberapa pasar, kendaraan ini dipasarkan dengan nama berbeda. Untuk pasar Eropa menggunakan nama Hilux BEV, sementara di Thailand dikenal sebagai Hilux Travo-e. Kehadirannya menjadi bagian dari strategi multi-path Toyota yang menawarkan beragam pilihan teknologi penggerak, mulai dari mesin konvensional, hybrid, listrik murni, hingga hidrogen.
Toyota Hilux BEV dibekali sistem penggerak all-wheel drive (AWD) permanen yang mengandalkan dua motor listrik. Motor depan menghasilkan tenaga 80 kW dengan torsi 205 Nm, sedangkan motor belakang menghasilkan tenaga 128 kW dengan torsi 268 Nm. Secara keseluruhan, tenaga gabungan yang dihasilkan mencapai sekitar 196 PS atau 144 kW.
Sumber tenaga berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh yang ditempatkan di dalam rangka kendaraan. Penempatan tersebut tidak hanya menjaga ruang kabin dan bak belakang tetap optimal, tetapi juga memberikan perlindungan tambahan saat kendaraan digunakan di medan berat.
Untuk kebutuhan pengisian daya, Hilux BEV mendukung DC fast charging hingga 125 kW yang memungkinkan pengisian baterai dari 10 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Sementara pengisian AC hingga 10 kW dapat mengisi baterai dari 10 persen hingga penuh dalam waktu sekitar 6,5 jam.
Soal daya jelajah, Toyota mengklaim Hilux BEV mampu menempuh jarak hingga 257 kilometer berdasarkan standar WLTP dan mencapai sekitar 380 kilometer untuk penggunaan dalam kondisi perkotaan. Angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan ini lebih difokuskan untuk kebutuhan operasional dan penggunaan komersial dibanding perjalanan jarak jauh.
Meski beralih ke tenaga listrik, karakter Hilux sebagai kendaraan pekerja tetap dipertahankan. Hilux BEV memiliki kemampuan melintasi genangan air hingga kedalaman 700 mm, sudut approach 29 derajat, sudut departure 24 derajat, serta wheel articulation mencapai 500 mm. Toyota juga membekalinya dengan sistem Multi-Terrain Select yang dapat menyesuaikan karakter penggerak sesuai kondisi medan seperti pasir, lumpur, bebatuan, hingga jalan tanah.
Kemampuan angkutnya juga masih tergolong mumpuni. Toyota Hilux BEV memiliki payload sekitar 710 hingga 715 kg dan kapasitas towing hingga 1.600 kg. Spesifikasi tersebut membuatnya cocok digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan, kawasan industri, bandara, hingga sektor infrastruktur.
Di dalam kabin, Hilux generasi terbaru hadir dengan peningkatan signifikan. Tersedia layar multimedia 12,3 inci, panel instrumen digital 12,3 inci, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, serta beragam fitur keselamatan Toyota Safety Sense generasi terbaru yang mencakup Blind Spot Monitor, Lane Trace Assist, Safe Exit Assist, hingga Parking Support Brake.
Kita masih harus menunggu kabar apakah Hilux BEV benar-benar akan dipasarkan di Indonesia atau hanya diperkenalkan pada pameran GIIAS 2026 dalam waktu dekat.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
