Autos.id – Honda tengah menyiapkan teknologi unik untuk motor listrik generasi masa depan yang membuat pengalaman berkendara terasa lebih dekat dengan motor konvensional. Menariknya, inovasi ini bukan untuk mengejar performa, melainkan menghadirkan sensasi berkendara yang lebih familiar bagi pengendara motor bensin.
Mengutip laporan AMCN (7/5/2026), Honda telah mengajukan paten sistem kopling virtual atau pseudo clutch mechanism yang dilengkapi simulasi getaran ala mesin pembakaran internal untuk motor listriknya. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan karakter motor manual pada kendaraan listrik.
Dalam paten tersebut, Honda menyematkan tuas kopling di setang kiri seperti motor manual pada umumnya. Bedanya, sistem ini bekerja secara elektronik, bukan mekanis.
Saat pengendara menarik tuas kopling sambil membuka gas, motor listrik akan memberikan simulasi yang mencakup titik gigitan kopling atau biting point, resistensi pada tuas yang terasa seperti tekanan mekanis, serta efek selip layaknya kopling pada sistem mekanis di motor konvensional.
Dengan pendekatan ini, pengalaman berkendara motor listrik dibuat tetap terasa “akrab” bagi pengguna yang terbiasa dengan transmisi manual.
Selain pseudo clutch, Honda juga mengembangkan flywheel virtual yang berfungsi menciptakan efek inersia seperti mesin bensin.
Sistem ini menggunakan simulasi massa berputar berbasis motor elektrik untuk menghasilkan sensasi momentum saat akselerasi. Hasilnya, karakter tarikan motor tidak terasa instan dan “kosong” seperti motor listrik pada umumnya.
Dengan kata lain, Honda berupaya menghadirkan kembali karakter putaran mesin yang biasa ditemukan pada motor bermesin konvensional.
Untuk memperkuat pengalaman berkendara, Honda turut menyematkan aktuator getaran (haptic feedback) di beberapa bagian motor, termasuk setang dan tuas kopling.

(sumber: Honda)
Teknologi ini menghasilkan getaran saat idle seperti mesin dalam kondisi langsam, vibrasi ketika motor melakukan akselerasi, serta respons getaran yang menyesuaikan input dari throttle dan tuas kopling.
Tujuannya adalah mengurangi karakter motor listrik yang terlalu halus dan senyap, sekaligus memberi sensasi “hidup” saat dikendarai.
Perlu dicatat, teknologi pseudo clutch Honda ini tidak ditujukan untuk meningkatkan performa motor listrik. Output tenaga dan karakter motor tetap mengikuti sistem EV pada umumnya.
Fokus utama pengembangan ada pada riding experience, terutama bagi pengendara yang terbiasa dengan motor manual berbahan bakar bensin.
Berdasarkan dokumen paten, sistem ini disiapkan untuk motor listrik off-road, termasuk proyek Honda CR Electric Proto yang sebelumnya sudah diperkenalkan.
Segmen seperti motocross dan enduro menjadi target utama karena membutuhkan kontrol tenaga yang lebih presisi di medan berat.
Langkah ini menunjukkan pendekatan berbeda Honda dalam pengembangan motor listrik. Di saat banyak pabrikan fokus pada efisiensi dan kehalusan EV, Honda justru mencoba mempertahankan karakter emosional motor bensin.
Teknologi ini juga relevan dengan tren industri, di mana beberapa pabrikan seperti Zero dan Kymco sebelumnya sudah mengembangkan konsep serupa, meski dengan pendekatan yang lebih sederhana tanpa sistem haptic sekompleks Honda.
Hingga saat ini, teknologi pseudo clutch dan flywheel virtual Honda masih berada pada tahap paten. Artinya, belum ada kepastian apakah sistem ini akan diproduksi massal atau menjadi fitur pada model tertentu di masa depan.
Namun, arah pengembangannya menunjukkan bahwa motor listrik tidak lagi hanya soal efisiensi, tetapi juga soal pengalaman berkendara yang lebih personal.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
