Autos.id – Mercedes-Benz Trucks punya sejarah panjang di Indonesia. Salah satu bagian yang paling mudah dikenali adalah Mercedes-Benz L-Series atau yang lebih populer dengan sebutan “Mercy Bagong”, truk yang mulai dikenal di Indonesia sejak era 1970-an dan kemudian menjadi bagian dari perjalanan industri transportasi nasional.
Kini, lebih dari lima dekade setelah era Bagong, wajah truk Mercedes-Benz di Indonesia sudah berubah jauh. Mesin semakin bertenaga, transmisi semakin modern, sistem digital mulai menjadi bagian dari operasional armada, sementara tuntutan terhadap efisiensi bahan bakar dan keberlanjutan juga semakin besar.
Perjalanan Truk Mercedes Hadir di Mining Indonesia 2026

Perjalanan tersebut kembali ditampilkan PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) dalam ajang Mining Indonesia 2026. Mengusung tema “Past Forward | Fast Forward”, DCVI mempertemukan kembali warisan masa lalu Mercedes-Benz Trucks dengan jajaran kendaraan yang kini ditawarkan untuk kebutuhan industri berat di Indonesia.
Momentum ini sekaligus bertepatan dengan perayaan 130 tahun Mercedes-Benz Trucks. Pada 1896, Gottlieb Daimler memperkenalkan kendaraan yang kemudian dikenal sebagai truk pertama di dunia. Tahun 2026 juga menandai 30 tahun Mercedes-Benz Actros, salah satu lini yang kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan truk modern Mercedes-Benz.
Di Indonesia, perjalanan tersebut punya cerita tersendiri. Mercy Bagong menjadi salah satu representasi paling kuat dari era ketika truk Mercedes-Benz mulai membangun reputasinya sebagai kendaraan pekerja keras. Selama puluhan tahun, L-Series digunakan di berbagai sektor dan dikenal karena ketangguhan serta konstruksinya yang mampu menghadapi kebutuhan operasional berat.
“Bagi kami, Bagong lebih dari sekadar truk warisan. Bagong merupakan simbol ketangguhan, keunggulan teknik, dan kepercayaan yang telah diberikan pelanggan kepada Truk Mercedes-Benz selama puluhan tahun,” ujar Antonio Randazzo, Presiden Direktur DCVI.
Dari Bagong, perkembangan teknologi truk Mercedes-Benz kemudian bergerak menuju kendaraan yang jauh lebih kompleks. Kebutuhan industri tidak lagi hanya berbicara mengenai kemampuan membawa beban dan melibas medan berat, tetapi juga efisiensi, keselamatan, produktivitas, serta kemampuan operator memantau kendaraan secara real time.
Dari Bagong ke Actros

Gambaran evolusi tersebut terlihat dari kendaraan yang dibawa DCVI ke Mining Indonesia 2026. Salah satunya Mercedes-Benz Actros 4058 S dengan Side Dump Trailer berkapasitas 90 m³. Menggunakan mesin Euro 5 bertenaga hingga 578 hp dengan torsi 2.800 Nm, truk ini dipasangkan dengan transmisi PowerShift Automated Manual Transmission (AMT) dan dikembangkan bersama karoseri Porter Rekayasa Unggul.
Kemudian ada Mercedes-Benz Arocs 4845 K Dump Truck dengan body 40 m³ hasil kerja sama dengan Hydraxle Perkasa. Menggunakan konfigurasi 8×4 dan kemampuan tanjak hingga 50 persen. Arocs ditempatkan sebagai solusi untuk kebutuhan operasional di medan tambang yang berat.
Sementara itu, Mercedes-Benz Axor 2528 CH Fuel Tank menunjukkan bagaimana truk Mercedes-Benz juga digunakan untuk kebutuhan pendukung pertambangan. Ditampilkan bersama pelanggan SHA Solo, model ini mengandalkan mesin enam silinder yang menghasilkan tenaga 285 hp dan torsi 1.100 Nm.
Perubahan dari Bagong menuju Actros, Arocs, dan Axor. Memperlihatkan bahwa evolusi truk Mercedes-Benz bukan hanya soal desain atau besaran tenaga mesin. Cara kendaraan tersebut bekerja dan dikelola juga ikut berubah.
DCVI kini menawarkan solusi telematics Mercedes-Benz Trucks yang memungkinkan pemilik armada memantau sejumlah aspek operasional. Mulai dari konsumsi bahan bakar, perilaku pengemudi, hingga kebutuhan perawatan kendaraan. Dengan karakter bisnis pertambangan yang sangat bergantung pada uptime, aspek tersebut menjadi semakin penting.
Perjalanan itu juga mulai memasuki era transisi energi. Pada Juli 2026, Mercedes-Benz Trucks and Buses Indonesia bersama LEMIGAS menyelesaikan uji coba biodiesel B50. Pengujian ini menjadi bagian dari kesiapan portofolio kendaraan Mercedes-Benz Trucks dalam mengikuti perkembangan peta jalan biodiesel nasional.
Bagong Jadi Simbol Produk Tangguh
Di titik ini, “napak tilas” Mercedes-Benz Trucks di Indonesia tidak lagi sekadar melihat kendaraan lama dan baru. Bagong memang menjadi simbol dari masa ketika ketangguhan mekanis menjadi modal utama sebuah truk untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Namun, truk Mercedes-Benz masa kini dituntut menjawab persoalan yang lebih kompleks: bagaimana membawa muatan lebih efisien, menjaga uptime, mengelola armada secara digital, sekaligus beradaptasi dengan perubahan energi.
Bagi Antonio Randazzo, perjalanan panjang tersebut menjadi modal untuk membangun babak berikutnya bersama pelanggan dan mitra bisnis di Indonesia. Setidaknya ada tiga fokus yang ingin diperkuat DCVI, yakni orientasi kepada pelanggan, pengembangan ekosistem bersama dealer dan mitra, serta inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan.
Dengan demikian, kehadiran Mercy Bagong di Mining Indonesia 2026 terasa lebih dari sekadar pajangan sejarah. Truk tersebut menjadi titik awal untuk melihat seberapa jauh Mercedes-Benz Trucks telah berubah di Indonesia—dari sebuah truk pekerja keras yang dikenal lintas generasi menjadi bagian dari ekosistem kendaraan niaga yang semakin mengandalkan teknologi, data, dan efisiensi.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

