BYD meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru pertamanya di Indonesia di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Kehadiran fasilitas manufaktur BYD ini menandai babak baru perjalanan BYD di Indonesia menuju penguatan kapasitas manufaktur dan keterlibatan yang lebih dalam dalam ekosistem industri kendaraan energi baru di dalam negeri.
Peresmian fasilitas manufaktur BYD Indonesia secara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Bapak Todotua Pasaribu, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat.
“Peresmian fasilitas manufaktur ini merupakan tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia. Selama lebih dari 30 tahun, kami telah membangun pengalaman dan kapabilitas dalam mendorong transformasi industri kendaraan energi baru di berbagai pasar di seluruh dunia. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar yang penting, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi melalui pengembangan dan penerapan teknologi kendaraan energi baru. Dengan membawa pengalaman, teknologi, dan kapabilitas manufaktur global kami ke Indonesia, kami berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia. Melalui semangat in Indonesia-for Indonesia BYD membangun industri kendaraan energi baru yang berkelanjutan yang dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” ujar Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. and General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division.
Momentum peresmian fasilitas manufaktur BYD Indonesia kemudian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai simbol dimulainya perjalanan baru BYD dalam memperkuat kapasitas produksi dan pengembangan industri kendaraan energi baru di Indonesia.
“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri. Transformasi pasar menuju green mobility, khususnya melalui kendaraan berbasis listrik, perlu dibangun dan didorong lebih cepat. Perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang positif, dan kehadiran fasilitas produksi BYD menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Pemerintah tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan perkembangan ini mampu memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri. Kami melihat BYD telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di pasar Indonesia, dan kami berharap fasilitas produksi ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, tidak hanya bagi BYD, tetapi juga bagi kemajuan industri nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.
Tonggak BYD M6 DM
Prosesi peresmian dilanjutkan dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Menambah makna pada tonggak bersejarah tersebut, Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita dan Bapak Luhut Binsar Pandjaitan turut membubuhkan tanda tangan secara simbolis pada kap BYD M6 DM, sebagai simbol harapan agar langkah awal produksi lokal yang dimulai melalui BYD M6 DM dan BYD M6 EV sebagai kendaraan keluarga dapat menjadi awal dari perjalanan panjang dalam menghadirkan lebih banyak kendaraan energi baru produksi Indonesia untuk masyarakat Indonesia.
Secara keseluruhan, lebih dari 500 tamu turut hadir dalam momentum bersejarah ini, merepresentasikan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah hingga berbagai elemen ekosistem BYD, termasuk jaringan diler, pemasok, mitra pembiayaan dan pelaku usaha lainnya. Turut hadir komunitas pengguna melalui BEYOND Community serta rekan-rekan media yang telah menjadi bagian dari perjalanan BYD di Indonesia.
Kapabilitas Manufaktur BYD
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, fasilitas manufaktur yang dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan sejak dimulainya pembangunan kini membawa perjalanan BYD ke tahap berikutnya, menuju penguatan struktur transisi energi dan keterlibatan kendaraan energi baru dalam industri nasional.

Dikembangkan dengan memanfaatkan pengalaman BYD dalam membangun fasilitas produksi di berbagai pasar dunia, Subang membawa pengalaman dan teknologi manufaktur global ke Indonesia serta mendukung visi BYD untuk menghadirkan “The Most Advanced Factory in Indonesia”.
Karenanya, fasilitas ini dirancang dengan tingkat otomatisasi yang tinggi dan didukung oleh sistem produksi cerdas yang terintegrasi. BYD juga terus menghadirkan teknologi manufaktur dan standar proses produksi yang diyakini sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, sekaligus menjadikan fasilitas ini sebagai investasi terbesar di Kabupaten Subang
Untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam, pada persemian tersebut juga dilakukan factory tour. Hal ini untuk melihat secara langsung proses manufaktur kendaraan energi baru BYD di Subang.

Proses welding
Pengalaman tersebut membawa mereka mengikuti perjalanan sebuah kendaraan dari struktur dasar hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan. Tiga rangkaian utama manufaktur yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah Welding, Painting, dan Final Assembly, yang saling terhubung dalam satu proses produksi.
Di area Welding, para tamu dapat melihat bagaimana struktur dasar kendaraan dibentuk secara bertahap hingga menjadi kerangka bodi yang utuh. Area ini menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model, yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi pada lini yang sama. Proses tersebut didukung kombinasi teknologi otomatisasi dan robotik untuk membantu menjaga presisi dan konsistensi selama pembentukan bodi kendaraan.
Beranjak ke Painting, proses manufaktur berfokus pada memberikan perlindungan terhadap bodi kendaraan sekaligus memastikan kualitas permukaan dan tampilan eksterior. Sistem produksi dan quality control terintegrasi digunakan untuk memantau proses secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan permukaan dan kualitas pengecatan. Area ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dan keterampilan karyawan berjalan berdampingan dalam menjaga standar produksi.

Proses painting
Sementara itu, Final Assembly memperlihatkan tahap ketika berbagai komponen kendaraan disatukan hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan pelanggan. Prosesnya mencakup perakitan, pemeriksaan, penyetelan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan meninggalkan fasilitas. Setiap kendaraan melalui pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada pelanggan.
Ketiga rangkaian tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana otomatisasi, digitalisasi, fleksibilitas produksi, pengendalian kualitas, dan pengembangan keterampilan karyawan diterapkan secara terintegrasi dalam fasilitas manufaktur BYD Indonesia. Teknologi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari proses manufaktur yang menghubungkan produksi, kualitas, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kinerja BYD
Selama lebih dari 30 tahun, BYD telah membangun pengalaman dan kapabilitas di berbagai bidang teknologi energi baru, mencakup kendaraan penumpang dan komersial, transportasi berbasis rel, energi terbarukan, serta elektronik. Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi fondasi bagi BYD dalam mengembangkan teknologi elektrifikasi sekaligus membangun kapabilitas manufaktur di berbagai pasar dunia. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BYD membukukan penjualan global sebesar 2,6 juta unit, dengan total penjualan kendaraan energi baru secara kumulatif mencapai 17,8 juta unit. Capaian tersebut semakin menegaskan skala dan pengalaman BYD sebagai salah satu pemain global dalam industri kendaraan energi baru.
Ekspansi BYD ke berbagai negara merupakan bagian dari pendekatan perusahaan untuk membangun kehadiran jangka panjang serta tumbuh bersama masyarakat dan industri lokal. Fasilitas manufaktur di Indonesia menjadi fasilitas produksi BYD yang ke-13 secara global, sekaligus menandai tonggak strategis berikutnya dalam perjalanan lokalisasi global perusahaan. Melalui fasilitas ini, BYD membawa pengalaman, teknologi, dan kapabilitas manufaktur global ke Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi semakin kuatnya keterlibatan industri nasional dalam perkembangan kendaraan energi baru.

