Metode Full to Full Paling Gampang dan Akurat
Sobat Autos, pernah nggak sih ngerasa bensin mobil cepat banget habis, tapi pas ditanya borosnya berapa km per liter malah bingung sendiri.
Nah, daripada cuma nebak-nebak atau ngandelin feeling, ada cara simpel tapi cukup akurat buat ngukur konsumsi bensin mobil, salah satunya pakai metode full to full.

Cara ini sering dipakai karena gampang, murah, dan bisa dilakukan siapa aja.
Metode full to full intinya ngisi bensin sampai penuh, dipakai jalan seperti biasa, lalu diisi penuh lagi. Dari situ, Sobat Autos bisa tahu konsumsi bensin mobil secara real.
- Isi bensin sampai full, usahakan di SPBU yang sama dan pakai jenis BBM yang sama juga.
- Setelah itu, reset trip meter di speedometer ke nol supaya jarak tempuhnya bisa kebaca jelas.
- Setelah mobil dipakai harian, entah buat kerja, nongkrong, atau luar kota, isi bensin lagi sampai full.
- Catat berapa liter bensin yang masuk dan lihat jarak tempuh di trip meter.
- Dari situ, tinggal bagi jarak tempuh dengan jumlah bensin yang terisi .
Contohnya, kalau Sobat Autos jalan 400 km dan bensin yang masuk 32 liter dengan rumus jarak : volume bensin
berarti 400 : 32 = 12,5 yang artinya konsumsi bensinnya sekitar 12,5 km per liter atau untuk 1 liter bensin rata-rata dapat menempuh jarak 12,5 kilometer.

Soalnya kondisi jalan, gaya nyetir, macet, sampai beban mobil bisa bikin hasilnya beda-beda.
Kalau mau lebih konsisten, usahakan isi bensin di kondisi tangki yang benar-benar mendekati kosong, bukan setengah-setengah.
Selain full to full, Sobat Autos juga bisa bantu akurasi dengan gaya berkendara yang konsisten. Jangan hari ini santai, besok ngebut.

Tekanan ban juga wajib dicek, karena ban kempes bisa bikin bensin lebih boros. AC, beban barang, dan kondisi mesin juga punya pengaruh besar ke konsumsi BBM.
Intinya, metode full to full itu cara paling masuk akal buat tahu seberapa irit atau boros mobil Sobat Autos di dunia nyata.
Nggak perlu alat khusus, nggak ribet, dan hasilnya bisa jadi patokan buat ngerawat mobil atau ngatur gaya nyetir biar makin hemat bensin.
Jadi, habis ini nggak ada lagi cerita “kayaknya boros”, tapi udah ada datanya.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.




















