Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

MBI dan IMI Kampanyekan Keselamatan Berkendara

KUPANG (autosdotid) — Keselamatan berkendara tidak hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga keputusan sebelum seseorang berada di balik kemudi. Hal inilah yang menjadi perhatian PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui kampanye keselamatan berkendara Auto Sobriety.

Program tersebut resmi diluncurkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Agustus 2026. Kampanye ini menyasar pengguna jalan, khususnya komunitas otomotif roda dua dan roda empat, dengan membawa pesan sederhana: konsumsi minuman beralkohol dan aktivitas mengemudi harus dipisahkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai responsible consumption sekaligus mencegah risiko driving under the influence (DUI). Sebab, keputusan untuk tidak mengemudi setelah mengonsumsi alkohol menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman.

Mengadopsi Konsep ‘Airplane Mode’

Auto Sobriety membawa pendekatan yang cukup sederhana untuk menyampaikan pesan tersebut. MBI dan IMI menggunakan analogi fitur Airplane Mode pada ponsel pintar.

Ketika seseorang berada di dalam pesawat, mengaktifkan Airplane Mode menjadi tindakan yang dilakukan secara otomatis. Konsep serupa ingin diterapkan ketika seseorang selesai mengonsumsi minuman beralkohol.  Secara otomatis memilih untuk tidak memegang setir atau mengendarai sepeda motor.

Pendekatan ini diharapkan membuat keputusan tersebut tidak lagi dianggap sebagai pilihan yang rumit, melainkan kebiasaan yang muncul secara otomatis sebelum berkendara.

“Bagi kami, konsumsi alkohol yang bertanggung jawab dimulai dari pilihan individu. Salah satu yang terpenting adalah memilih untuk tidak mengemudi setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk menjadikan keputusan tersebut sebagai kebiasaan,” ungkap Roland Bala, Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan mengingat keselamatan lalu lintas masih menjadi persoalan global. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,19 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas, dengan berkendara di bawah pengaruh alkohol menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Edukasi Menjadi Fokus Utama

IMI melihat persoalan tersebut bukan semata-mata sebagai isu mengenai konsumsi alkohol, melainkan bagaimana masyarakat mengambil keputusan setelah mengonsumsinya.

Anggota Komisi Sadar Aturan dan Keselamatan Berlalu Lintas (SADAR) IMI, Erreza Hardian, mengatakan Auto Sobriety hadir untuk membangun kebiasaan memisahkan dua aktivitas tersebut.

“Program ini bukan tentang melarang minuman beralkohol. Yang kami dorong adalah kebiasaan untuk memisahkan konsumsi minuman beralkohol dan berkendara. Artinya, ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, ia tidak mengemudi,” jelas Erreza.

Karena itu, edukasi menjadi salah satu fokus utama program. Auto Sobriety akan menyasar tiga kota utama di wilayah Indonesia Timur yang telah diprioritaskan IMI dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Selain edukasi kepada komunitas otomotif, MBI dan IMI juga mendistribusikan 500 unit helm gratis di wilayah Jakarta dan Bandung. Langkah ini menjadi bagian lain dari kampanye keselamatan yang menyentuh aspek perlindungan pengendara secara langsung.

Sejalan dengan Kampanye Global Heineken

Bagi MBI, Auto Sobriety juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan pilar keberlanjutan Brew a Better World 2030. Program tersebut sekaligus membawa semangat kampanye global Heineken® “When You Drive, Never Drink” ke Indonesia.

Pesan yang dibangun pun relatif konsisten: ketika seseorang hendak berkendara, tidak ada ruang untuk kompromi terhadap alkohol. Pilihannya adalah tidak mengemudi.

Di sisi lain, MBI turut menyediakan alternatif produk tanpa alkohol seperti BINTANG 0.0% dan Green Sands. Kedua produk tersebut dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin menikmati minuman tanpa kadar alkohol ketika berada dalam situasi yang mengharuskan mereka tetap dapat berkendara.

Melalui kolaborasi dengan IMI, Auto Sobriety pada akhirnya tidak hanya berbicara soal larangan, tetapi berusaha membentuk kebiasaan baru di kalangan pengguna kendaraan. Konsepnya sederhana: setelah minum, aktifkan “mode” untuk tidak mengemudi.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga