Autos.id-Jakarta. Tahun 2026 menjadi penanda penting bagi PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia), yang telah memasuki usia 50 tahun perjalanan di industri otomotif nasional. Tepat lima dekade lalu, pada Kamis, 5 Februari 1976, Bridgestone Indonesia memulai kiprahnya dengan diresmikannya pabrik pertama di Bekasi—sebuah tonggak awal yang menandai komitmen jangka panjang Bridgestone untuk tumbuh bersama perkembangan industri otomotif nasional.

“Mulai tahun 2026, pabrik kami di Karawang mulai mempersiapkan teknologi baru, yang disebut Sponge Technology, untuk mobil listrik. Tinggal kita lihat bagaimana record selling terhadap market yang memenuhi kriteria tersebut,” buka Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia.
Kalau untuk mobil listrik, dengan bobot yang lebih berat, maka diperlukan ban dengan side wall yang kuat. Kalau tidak kuat bisa pecah. Seluruh produk Bridgestone dengan teknologi ENLITEN seperti Turanza 6 sebagai peneres T005A sudah siap untuk mobil listrik.

Tahun 2026 cukup seru, cukup optimis karena Bridgestone harus mensupply ke beberapa OEM untuk model 2026. Secara óptimasi, kadarnya 90% ke hybrid untuk mobil yang diproduksi OEM.
Sementara untuk produk komersial, kita sudah ada model radial dan cukup menantang. Tahun 2025 lalu demand secara overall meningkat. “Trend kendaraan komersial memang lebih banyak memasok all mining supply. Demand tahun 2026 ini terlihat stagnan bila dibanding tahun lalu. Sementara bus, banyak digunakan untuk menyambut lebaran,” terangnya.
Bridgestone Punya Kualitas yang Equal

Produk-produk dari Bridgestone bukan hanya untuk mobil nasional saja. Kita sudah ekspor kembali ke Jepang, Amerika. Sisi equalnya antara ban yang diproduksi di Indonesia dan ban yang beredar di Jepang dan Amerika, punya kualitas yang sama.
“Bridgestone punya kualitas yang tertinggi, mulai tahun 2026, Bridgestone dengan kualitas TOMO signature dan regular, sementara TOMO ekspress lebih mengarah ke kota-kota kecil. Tahun 2026, diharapkan TOMO bisa tumbuh 4-5%,” tambah Sutikno, menambahkan daya ekspor cukup baik tumbuh 15-17%.
Market Roda Dua Battlax dan Khusus EV
Selama ini Bridgestone dengan Battlax mampu bertahan di kelas Moge. Untuk masuk ke market skuter, masih belum siap. 
“Tahun lalu pertumbuhan EV 12%, kita melihat tahun kedepan trendnya menuju ke-20%. Namun sebenarnya pertumbuhan tersebut bergantung pada regulasi dan stimulus pemerintah. Kedua faktor tersebut lebih mempengaruhi pertumbuhan EV kedepan. Per tahun 2026 ini kita sudah memproduksi ban dengan Sponge Technology yang durable. ”
Pengujian Ban Secara Sampling
Setiap hasil produksi dari Bridgestone akan diambil untuk dicek. Ada lima step yang harus dilalui. Step tertingginya JAPMA (Japanese SNI), semantara kualitas Bridgestone sendiri diatasnya. Kalau dari sampling tersebut tidak mencapai standar bridgestone, maka ban tersebut harus discratch.

“Secara kualitas, Turanza 6 sudah kompatible dengan mobil listrik. Sementara ban dengan spek biasa dipaksakan untuk mobil EV, bisa merusak side wall. Dengan dukungan sponge teknologi, tire noise jadi hilang, Bedanya Turanza 6 masih menyisakan noise, sementara ban dengan sponge technology akan menganulir noise,” tutupnya.
Melalui partisipasi pada ajang IIMS 2026 ini, Bridgestone Indonesia mengajak pengunjung IIMS 2026 untuk datang ke booth Bridgestone di Hall A nomor 8 dan mengenal lebih dekat teknologi, kualitas, serta inovasi di balik setiap ban Bridgestone.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
























