Komitmen GAC Group dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik kembali mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Teknologi Key Precision Manufacturing Technologies and Applications for Low-Loss Stator Cores Based on Ultra-Thin Amorphous Materials, yang dikembangkan GAC bersama mitra industri, berhasil meraih Gold Medal with the Congratulations of the Jury, penghargaan tertinggi pada 51st International Exhibition of Inventions of Geneva.
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi manufaktur presisi yang memungkinkan penggunaan ultra-thin amorphous material sebagai material stator core untuk sistem penggerak kendaraan listrik.
Inovasi ini menjadi bagian dari pengembangan GAC Quark Electric Drive 2.0, sekaligus menunjukkan kemampuan GAC dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik hingga ke tingkat material dan proses manufaktur.
International Exhibition of Inventions of Geneva telah diselenggarakan sejak 1973 dan merupakan salah satu pameran penemuan dan inovasi terbesar serta tertua di dunia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 1.000 proyek inovasi dari 35 negara dan wilayah ditampilkan dalam berbagai bidang teknologi.
Berbeda dari Gold Medal pada umumnya, Gold Medal with the Congratulations of the Jury diberikan melalui proses seleksi lanjutan terhadap seluruh penerima Gold Medal dan membutuhkan persetujuan bulat dari seluruh anggota juri. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan khusus terhadap inovasi yang dinilai memiliki tingkat keunggulan dan nilai inovasi tinggi.
Teknologi yang dikembangkan GAC berfokus pada stator core, salah satu komponen utama dalam rangkaian magnetik motor listrik. Ketika motor beroperasi, perubahan medan magnet pada stator menghasilkan iron loss, yaitu energi yang hilang dan berubah menjadi panas. Pada motor dengan kecepatan putar dan frekuensi operasi yang semakin tinggi, pengendalian iron loss menjadi semakin penting untuk mempertahankan efisiensi sistem penggerak.
GAC mengembangkan solusi melalui penggunaan amorphous alloy, material dengan struktur atom tidak beraturan yang memiliki karakteristik magnetic permeability tinggi dan iron loss yang sangat rendah. Material ini sebelumnya lebih banyak digunakan dalam aplikasi berteknologi tinggi seperti industri dirgantara, pertahanan, dan transformator tegangan ekstra tinggi.
Tampilan Komponen Terurai Stator Berbasis Amorphous Alloy
Namun, membawa material amorphous ke dalam sistem penggerak kendaraan listrik bukanlah proses sederhana. Material tersebut memiliki karakteristik yang sangat tipis, keras, dan rapuh sehingga memiliki tantangan tinggi dalam proses pembentukan, pemotongan, serta penyusunan menjadi stator core yang dapat diproduksi secara konsisten dalam skala otomotif.
Melalui pengembangan teknologi manufaktur bersama mitra industri, GAC berhasil mengolah amorphous ribbon dengan ketebalan hanya 25 mikron atau 0,025 mm, sekitar seperlima dari ketebalan ultra-thin silicon steel konvensional.
Material tersebut memiliki saturation magnetic induction hingga 1,68 Tesla dan unit iron loss sebesar 5,7 W/kg, atau sekitar 50% lebih rendah dibandingkan ultra-thin silicon steel.
Tantangan berikutnya adalah mengubah material yang sangat tipis dan rapuh tersebut menjadi komponen yang mampu memenuhi tuntutan produksi otomotif. Untuk menjawab tantangan tersebut, GAC mengembangkan rangkaian proses manufaktur yang mencakup multi-layer compounding, precision stamping, lamination, Vacuum Pressure Impregnation (VPI), hingga drying.
Melalui teknologi multi-layer uniform-thickness compounding, material amorphous setebal 25 mikron dapat diproses secara stabil menjadi material dengan ketebalan sekitar 0,15 mm yang sesuai dengan kebutuhan proses manufaktur.
Sementara itu, teknologi high-speed precision stamping yang dikembangkan GAC mampu mencapai kecepatan hingga 200 strokes per minute. Proses pressure-vibration coordinated lamination juga menghasilkan stacking factor stator core lebih dari 92%, sekaligus membantu menjaga kepadatan, konsistensi dimensi, dan keandalan struktur komponen.
Hasil dari inovasi material dan proses manufaktur tersebut kemudian diterapkan pada GAC Quark Electric Drive 2.0 Amorphous-Carbon Fiber Super Electric Drive, yang mengkombinasikan stator berbasis amorphous alloy dengan teknologi rotor berbasis carbon fiber.
Berdasarkan pengujian yang disertifikasi oleh China Automotive Engineering Research Institute (CAERI) pada 2025, motor dengan teknologi amorphous stator tersebut mencatat peak efficiency sebesar 99,03%, berdasarkan kondisi pengujian dengan temperatur inlet coolant 35±2°C dan tegangan DC bus 740 V.
Sementara itu, sistem electric drive mencatat CLTC operating efficiency sebesar 94,184%.
Tingkat efisiensi tersebut menunjukkan bagaimana inovasi pada komponen internal motor dapat berkontribusi terhadap pemanfaatan energi kendaraan listrik secara keseluruhan. Berdasarkan data GAC, dengan kapasitas baterai yang sama, penerapan teknologi tersebut dapat memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 30–50 kilometer, tergantung pada kondisi penggunaan dan konfigurasi kendaraan.
Yang membedakan pengembangan teknologi ini adalah keberhasilannya membawa inovasi material dari tahap penelitian menuju produksi massal. Teknologi Quark Electric Drive 2.0 dengan stator berbasis amorphous alloy saat ini telah diterapkan pada sejumlah kendaraan listrik GAC, termasuk AION N60, 2027 AION RT, dan 2027 AION i60.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang GAC dalam membangun kapabilitas electric drive secara mandiri. GAC telah memulai pengembangan electric drive sejak 2010, kemudian secara bertahap memperluas penguasaan teknologi dari integrasi sistem hingga pengembangan material, komponen inti, dan proses manufaktur.
Sejumlah teknologi Quark Electric Drive sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan dari berbagai institusi dan ajang teknologi. Pada 2023, 2024, dan 2025, masing-masing teknologi Quark Electric Drive 2-speed dual-motor 4-in-1 integrated electric drive, Quark Electric Drive 3-in-1 integrated electric drive, serta Quark Electric Drive amorphous alloy electric drive masuk dalam daftar “World’s Top Ten Electric Drive Systems.”
Pada World New Energy Vehicle Congress 2025, teknologi GAC Quark Electric Drive 2.0 High-Efficiency High-Power-Density Amorphous-Carbon Fiber E-Drive juga terpilih sebagai satu-satunya teknologi powertrain dalam daftar “Global NEVs Cutting-edge & Innovative Technologies.”
Pada Desember 2025, GAC Quark Electric Drive Multi-in-One Power Domain memperoleh sertifikasi ganda ASIL D Functional Safety dan Cybersecurity yang diakreditasi oleh DAkkS. Sementara pada Juni 2026, panel akademisi dan pakar yang dikoordinasikan oleh China Society of Automotive Engineers menilai keseluruhan sistem teknologi industrialisasi Quark Electric Drive telah mencapai “internationally leading level.”
“Pengembangan electric drive merupakan bagian penting dari perjalanan GAC dalam menghadirkan teknologi kendaraan listrik yang semakin efisien. Pengakuan tertinggi di International Exhibition of Inventions of Geneva menjadi apresiasi terhadap kemampuan GAC dalam membawa inovasi dari tingkat material dan manufaktur hingga menjadi teknologi yang dapat diterapkan secara massal,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Bagi GAC, pengembangan teknologi pada tingkat material merupakan bagian penting dalam meningkatkan efisiensi kendaraan listrik. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi tidak hanya bergantung pada kapasitas baterai, tetapi juga bagaimana setiap komponen dalam sistem penggerak mampu memanfaatkan energi secara optimal.
Melalui Quark Electric Drive 2.0, GAC mengembangkan teknologi electric drive yang mengintegrasikan inovasi pada material, desain motor, proses manufaktur presisi, efisiensi energi, dan kepadatan daya dalam satu sistem yang telah mencapai tahap produksi massal.
Penghargaan tertinggi pada International Exhibition of Inventions of Geneva menjadi pengakuan terbaru terhadap perjalanan GAC dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik dari tingkat material hingga sistem penggerak, sekaligus memperkuat komitmen GAC dalam menghadirkan inovasi teknologi yang dikembangkan untuk pasar global, termasuk Indonesia.

