Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Prabowo Gaspol Motor Listrik Nasional, Apa Kita Mampu?

Autos.id – Presiden Prabowo Subianto sepertinya makin serius soal mendorong pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas). Bukan seremoni belaka melainkan langsung produksi dengan target bukan main! Dari 20 ribu unit jadi 200 ribu unit dan akhirnya 2 Juta unit. Akhirnya, ini momentum Prabowo Gaspol Motor Listrik Nasional.

Target tidak realistis ini beliau sampaikan saat peluncuran Motor Listrik Nasional di fasilitas produksi  PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Jawa Barat. Untuk pemerintah, Bagi MoLiNas bukan hanya soal hadirkan kendaraan tanpa emisi, tetapi jadi bagian dari bangun industri nasional sekaligus kurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM.

Dalam pidatonya pun, Prabowo sendiri berikan sindiran sangat telak ke masyarakat yang masih gunakan motor bensin. Ia menilai pengguna motor listrik lebih murah daripada pakai motor bensin.

“Yang masih pakai motor bensin, ya rasain,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan yang keluar dari beliau seolah jadi ejekan ke masyarakat. Tetapi ini perlihatkan pemerintah ingin menjual motor listrik tersebut ke masyarakat dengan narasi emisi, teknologi dan harga murah. Namun itu semua kalah dengan narasi “Penghematan”.

Prabowo sendiri dalam pidatonya menyebut angka biaya mobilitas berkurang sampai 50 persen. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa 70 persen dari biaya mobilitas motor bensin. Jadinya Motor Listrik sendiri jadi pilihan ekonomis daripada motor BBM itu sendiri.

Namun, masalah BBM sendiri bukan sesederhana harga bensin naik terus berpindah ke kendaraan listrik. Ada komponen lain dan juga ketergantungan akan BBM harus berpindah ke energi terbarukan segera. Demi ketahanan energi nasional yang sudah mereka gaungkan sejak lama.

Masalahnya adalah, jangkauan, praktis dan jaringan bengkel motor dengan BBM jauh lebih unggul daripada motor listrik. Sehingga kemampuan jelajahnya sudah terbukti semua tanpa masalah. Ini yang sebenarnya sulit motor listrik kejar untuk saat ini. Apalagi isu charging station sampai swap baterai sendiri masih jadi momok menakutkan.

Target 2 Juta Motor Listrik adalah Hal Paling Mustahil

Jika titik awal yang diluncurkan pemerintah adalah 20.000 unit, maka target 2 juta unit berarti produsen harus meningkatkan produksi hingga 100 kali lipat. Bahkan sebelum mencapai angka tersebut, pemerintah menargetkan produksi naik menjadi 200.000 unit terlebih dahulu.

Secara industri, angka tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Indonesia memiliki basis manufaktur otomotif yang besar, rantai pasok komponen yang terus berkembang, serta pasar sepeda motor yang sangat besar. Namun, tantangannya bukan hanya bagaimana memproduksi 2 juta motor listrik.

Pertanyaannya, Siapa yang akan membeli 2 juta motor tersebut?

Karena itu, Pemerintah langsung keluarkan ide dengan mendorong permintaan dengan membuat skema kredit dengan bunga super rendah dan tanpa DP alias uang muka. Sampai ada gagasan tukar dengan motor bensin untuk beli motor listrik.

Langkah tersebut penting karena harga menjadi salah satu faktor terbesar dalam keputusan konsumen. Namun, membuat motor listrik lebih mudah dibeli belum otomatis membuat masyarakat mau meninggalkan motor bensin.

Konsumen juga akan mempertimbangkan jarak tempuh, umur dan harga baterai, kemudahan pengisian daya, jaringan servis, ketersediaan suku cadang hingga nilai jual kembali. Motor bensin sudah memenangkan semua aspek tersebut selama puluhan tahun.

Karena itu, keberhasilan MoLiNas nantinya tidak cukup diukur dari berapa banyak unit yang keluar dari pabrik. Ukuran sebenarnya adalah berapa banyak masyarakat yang benar-benar menjadikannya kendaraan utama.

Ambisi Prabowo sendiri untuk bawa produksi 2 Juta unit dari 20 ribu unit adalah momentum sekaligus bumerang bagi ekosistem otomotif Indonesia. Karena Pemerintah harus bisa memastikan ekosistem berkembang dengan kecepatan yang sama bahkan lebih cepat dari produksi Motor Listrik Nasional itu sendiri.

Sebab, memproduksi 2 juta motor listrik mungkin merupakan persoalan kapasitas industri. Namun, meyakinkan masyarakat untuk membeli 2 juta unit Motor Listrik adalah ujian bagi Pemerintah yang tidak bisa selesai hanya dengan sebuah pidato.

Dan sebelum masyarakat benar-benar bisa mengatakan “ya sudah, tinggalkan motor bensin”, pemerintah pun seharusnya sudah pastikan ekosistem dan produk Motor Listrik Nasional memang cukup menarik untuk membuat mereka rela berpindah.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga