PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai APM Mazda di Indonesia meresmikan operasionalisasi Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Jawa Barat, Selasa (28/7). Kehadiran fasilitas ini menjadi wujud komitmen investasi jangka panjang Mazda dan langkah memperkuat kontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional.
Berbeda dengan sebagian besar fasilitas perakitan kendaraan yang menggunakan lini produksi bersama. Mazda memilih membangun dedicated assembly facility yang secara khusus untuk proses perakitan kendaraan Mazda.
“Fasilitas ini menjadi bukti perjalanan jangka panjang Mazda di Indonesia. Atas kemitraan PT Eurokars Motor Indonesia bersama PT Eurokars Produksi Pertama merealisasikan pembangunan fasilitas manufaktur ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kehadiran Mazda di Indonesia dalam jangka panjang,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI.
“Bagi kami, pembangunan fasilitas ini bukan sekedar tentang kemampuan manufaktur. Fasilitas ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan masyarakat di Indonesia. Sehingga kami dapat terus menghadirkan pengalaman berkendara yang memberi ciri khas Mazda kepada pelanggan di Indonesia,” tambahnya.

Sasis dan bodi utuh masih didatangkan dari Jepang
Seluruh fasilitas produksi, mesin, peralatan, serta dedicated test track merupakan investasi baru yang dipersiapkan untuk memenuhi standar manufaktur global Mazda.
Mazda meyakini bahwa kualitas hanya dapat diwujudkan melalui fasilitas, proses, dan Sumber Daya Manusia yang dipersiapkan secara khusus. Oleh karena itu, Mazda Indonesia Plant dibangun sebagai fasilitas yang sepenuhnya didedikasikan untuk menjaga konsistensi kualitas di setiap tahapan produksi, mulai dari penerimaan komponen, proses perakitan, hingga pemeri ksaan akhir sebelum kendaraan dikirim kepada pelanggan.
Operasionalisasi Mazda Indonesia Plant
Mazda Indonesia Plant saat ini mulai merakit Mazda CX-30 secara CKD. Ke depan, fasilitas ini dipersiapkan untuk mendukung perakitan lebih banyak model Mazda.
Selain itu, fasilitas ini diproyeksi akan mampu meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap juga meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Memperluas penyerapan tenaga kerja, serta membuka peluang pengembangan aktivitas manufaktur dan ekspor, sesuai dengan perkembangan pasar di masa mendatang.
Fasilitas Mazda Indonesia Plant memiliki luas area 6,2 hektar dengan apasitas produksi mencapai 5.700 unit per tahun. Adapun tujuan Pembangunan Mazda Indonesia Plant terbagi 4 poin :

Mazda Indonesia Plant rakit CX-30
• Mempertegas komitmen investasi jangka panjang Mazda di Indonesia
• Menghadirkan dedicated assembly facility yang menerapkan standar kualitas global Mazda
• Mengembangkan kapabilitas manufaktur nasional, melalui penguatan Sumber Daya Manusia dan peningkatan TKDN
• Menjadi fondasi bagi pengembangan model Mazda berikut -nya, serta mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia
Kualitas Perakitan Berstandar Global Mazda
Bagi Mazda, kualitas bukan sekadar hasil akhir dari proses produksi. Kualitas merupakan budaya yang dibangun melalui setiap orang, setiap proses, dan setiap kendaraan yang diproduksi.
Karena itu, People dan Quality menjadi dua fondasi utama dalam operasional Mazda Indonesia Plant. Seluruh Operator, Inspector, Engineer , dan Supervisor merupakan Sumber Daya Manusia yang direkrut secara khusus untuk operasional Mazda Indonesia Plant , serta menjalani pelatihan berstandar global dengan pendampingan langsung dari tenaga ahli Mazda Jepang.
Selain memahami proses kerja, seluruh personel juga dibekali filosofi Monozukuri , yaitu seni menciptakan sesuatu dengan ketelitian dan dedikasi, serta semangat Takumi Craftsmanship , yang menempatkan keterampilan manusia sebagai inti dari proses manufaktur.
Seluruh proses perakitan di Mazda Indonesia Plant dirancang untuk memastikan kendaraan yang diproduksi di Indonesia menghadirkan kualitas, performa, serta karakter berkendara yang selaras dengan filosofi Jinba-Ittai.
Fasilitas Utama Mazda Indonesia Plant

Area test track
Seluruh proses perakitan dalam Mazda Indonesia Plant dilakukan secara terintegrasi. Selama kunjungan, rekan -rekan media akan melihat secara langsung delapan area utama yang menjadi bagian dari proses perakitan kendaraan Mazda di Indonesia, antara lain :
1. POS 1 | INCOMING PARTS, WAREHOUSE & LOGISTICS
Perjalanan sebuah kendaraan Mazda dimulai dari penerimaan Completely Knocked Down (CKD) Parts yang
dikirim dari Mazda Motor Corporation , Jepang.
2. POS 2 | SUB ASSEMBLY LINE
Sub Assembly Line merupakan area persiapan berbagai komponen utama sebelum dipasang pada kendaraan. Area ini terdiri atas tiga sub-assembly, yaitu Trim Sub Assembly , Chassis Sub Assembly , dan Final Sub Assembly , dengan total sembilan station produksi.
3. POS 3 | MAIN ASSEMBLY LINE
Main Assembly Line merupakan pusat proses perakitan kendaraan Mazda. Area ini terdiri atas Trim Line, Chassis Line , dan Final Line , yang secara keseluruhan mencakup 18 station produksi dan didukung oleh tiga Quality Gate , sebagai titik pemeriksaan kualitas.
4. POS 4 | BODY SETTING , TESTER LINE & FINAL QUALITY INSPECTION (A)
Setelah proses perakitan selesai, setiap kendaraan memasuki tahap Body Setting . Pada tahap ini dilakukan penyesuaian alignment, clearance , dan flushness panel bodi , untuk memastikan setiap kendaraan memenuhi standar desain, presisi, dan kualitas Mazda.
Selanjutnya, kendaraan menjalani serangkaian inspeksi untuk memverifikasi fungsi sistem kemudi, suspensi, dan komponen utama lainnya sebelum memasuki tahap pengujian dinamis.
5. POS 5 | DEDICATED TEST TRACK
Melalui serangkaian pengujian dinamis, Mazda memastikan setiap kendaraan memiliki performa, stabilitas, respons kemudi, karakter suspensi, serta kenyamanan berkendara yang sesuai dengan standar global Mazda.
Lintasan pengujian terdiri atas beberapa jenis permukaan jalan dengan fungsi yang berbeda, yaitu Turning Radius (Right Side), High Frequency Road (Both Sides, Right Side & Left Side), Turning Radius (Left Side), Horizontal Path, Belgian Road, Ropes Road, dan Bump Road
6. POS 6 | FINAL QUALITY INSPECTION (B)
Setelah menyelesaikan dynamic test, setiap kendaraan memasuki tahap inspeksi lanjutan untuk memastikan seluruh aspek kendaraan memenuhi standar kualitas Mazda , sebelum dikirim kepada pelanggan.
Beberapa proses utama yang dilakukan meliputi :Water Leak Test Setiap kendaraan menjalani simulasi hujan menggunakan Shower Booth untuk memverifikasi performa sistem
sealing, sehingga dipastikan tidak terdapat kebocoran air ke dalam kabin.
Under Body Inspection Kendaraan menjalani pemeriksaan pada bagian bawah kendaraan untuk memastikan seluruh komponen berada dalam kondisi optimal serta tidak terdapat kerusakan maupun kelainan setelah proses pengujian dinamis.
Final Inspection Seluruh aspek kendaraan diperiksa kembali untuk memastikan kualitas, fungsi, dan kondisi kendaraan telah memenuhi standar Mazda sebelum dipindahkan ke area Stockyard.
7. POS 7 | STOCKYARD

Stock yard luas
Stockyard merupakan area penyimpanan sementara bagi kendaraan yang telah dinyatakan memenuhi seluruh standar kualitas Mazda sebelum memasuki proses distribusi. Area ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 160 – unit kendaraan dan dirancang untuk mendukung proses distribusi yang aman, tertata, dan efisien sebelum kendaraan dikirim kepada pelanggan maupun jaringan dealer Mazda di Indonesia.
8. POS 8 | UTILITY AREA
Utility Area merupakan fasilitas pendukung yang memastikan seluruh operasional Mazda Indonesia Plant berjalan secara aman, andal, dan sesuai dengan standar keselamatan serta pengelolaan lingkungan.
Demikianlah ulasan terkait peresmian operasionalisasi Mazda Indonesia Plant. Pantau terus berita otomotif terkini dan tips otomotif lainnya di autos.id

