Autos.id – Tren kenaikan harga di industri otomotif kini mulai merambah ke produk helm. Sejumlah produsen mengakui telah melakukan penyesuaian harga, meski dengan besaran yang berbeda-beda. Hal ini dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku hingga perubahan harga dari prinsipal di luar negeri.
Mengutip GridOto (5/7/2026), Direktur Marketing NHK Indonesia, Johannes Cokrodiharjo, menjelaskan sekitar 90 persen bahan baku helm merupakan turunan minyak bumi. Kenaikan harga material tersebut ikut mendorong naiknya biaya produksi.
Johannes mengatakan NHK mampu meredam dampaknya karena sekitar 80-90 persen kebutuhan bahan baku telah diproduksi sendiri. Dengan begitu, perusahaan tidak terlalu bergantung pada pemasok luar negeri sehingga fluktuasi biaya produksi dapat ditekan.
Meski demikian, NHK tetap melakukan penyesuaian harga jual produknya dengan kenaikan sekitar 1-2 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada segmen helm premium. Dikutip dari Kompas (2/4/2026), Arai Indonesia telah menyesuaikan harga produknya sejak April 2026. SPV Sales & Marketing Arai Indonesia, Ary Ikhsan, mengatakan langkah tersebut mengikuti kenaikan harga yang lebih dulu dilakukan Arai Jepang. Besaran penyesuaian di Indonesia bervariasi, mulai 5 persen hingga 15 persen tergantung model.
Berbeda dengan Arai, Shoei Indonesia menyatakan belum melakukan penyesuaian harga. Artinya, tidak semua merek helm langsung menaikkan harga meski biaya produksi di industri sedang mengalami tekanan.
Di tengah tren kenaikan harga, membeli helm premium bekas bisa menjadi pilihan bagi konsumen yang baru ingin mencoba merek tertentu. Aditya Wahyu Nugroho, pemilik bengkel spesialis servis helm 1DS Inside, menyarankan pemula memilih unit bekas terlebih dahulu untuk mengetahui kecocokan dengan bentuk kepala.
Setelah menemukan merek yang paling nyaman digunakan, barulah membeli unit baru agar tidak menanggung kerugian besar jika pilihan awal ternyata kurang sesuai.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

