Connect with us

Hi, what are you looking for?

Mobil

Lotus Kembali ke V8, Supercar Hybrid Type 135 Meluncur 2028

supercar hybrid V8 baru Lotus
Type 135, supercar hybrid V8 baru Lotus (sumber: Lotus)

Autos.id – Lotus resmi mengonfirmasi rencana besar yang akan mengubah arah lini produk mereka. Produsen mobil sport asal Inggris tersebut akan menghadirkan supercar hybrid V8 baru pada 2028 dengan kode proyek Type 135, menandai kembalinya Lotus ke segmen mobil performa tinggi bermesin pembakaran setelah lama fokus pada kendaraan listrik.

Model ini diposisikan sebagai penerus spiritual DNA legendaris Lotus, dengan tetap membawa filosofi inti brand, ringan, aerodinamis, dan berorientasi pada pengalaman berkendara.

Lotus Cars juga memperkenalkan strategi bisnis terbaru bertajuk Focus 2030 sebagai arah pengembangan jangka panjang perusahaan.

Strategi ini dibangun di atas empat pilar utama, yakni penguatan identitas brand, pendekatan multi-powertrain, kolaborasi dengan mitra strategis, serta disiplin finansial. Tujuannya untuk membuat Lotus lebih adaptif terhadap dinamika pasar otomotif global yang terus berubah.

CEO Lotus, Feng Qingfeng, menegaskan bahwa DNA utama Lotus tetap tidak berubah. Fokus perusahaan tetap pada engineering presisi, performa tinggi, dan mobil yang memberikan keterlibatan penuh bagi pengemudi.

Kembali ke Hybrid V8

Salah satu keputusan paling penting dalam strategi ini adalah penggunaan pendekatan multi-powertrain, mencakup ICE, hybrid, dan BEV.

Dalam rencana tersebut, Lotus akan menghadirkan supercar hybrid V8 pertama mereka pada 2028. Model ini menggunakan konfigurasi hybrid, bukan plug-in hybrid, dengan alasan efisiensi bobot dan karakter performa yang lebih murni.

Lotus mengklaim mobil ini akan menghasilkan tenaga lebih dari 1000 PS, menempatkannya di kelas supercar modern.

Lotus juga tidak menutup kemungkinan penggunaan mesin V8 turbo yang berasal dari mitra teknis mereka, termasuk spekulasi keterkaitan dengan unit V8 yang digunakan di ekosistem performa Geely dan AMG.

Supercar ini dikembangkan dengan filosofi lama Lotus, termasuk pendekatan lightweight engineering dan aerodinamika ekstrem.

Inspirasi desainnya disebut berasal dari mobil konsep listrik Theory 1, namun versi produksinya akan membawa elemen khas supercar bermesin tengah dengan karakter lebih agresif, termasuk dua knalpot besar di bagian belakang.

Ada juga kemungkinan konfigurasi kabin yang lebih eksperimental, termasuk layout yang terinspirasi mobil ikonik seperti McLaren F1 dengan posisi pengemudi sentral.

Type 135 Jadi Penerus Emira

Lotus Emira saat ini masih menjadi basis penting strategi ICE Lotus. Bahkan, perusahaan memastikan Emira akan mendapatkan penyegaran besar agar tetap menjadi mobil sport bermesin bensin paling ringan dan bertenaga dalam sejarahnya.

Di sisi lain, Type 135 akan menjadi langkah naik kelas, dari sportscar menuju supercar hybrid yang lebih ekstrem.

Lotus juga menegaskan bahwa produksi kemungkinan besar akan dilakukan di Eropa, memperkuat posisi mereka sebagai brand global dengan akar engineering Inggris.

Strategi Focus 2030 juga menunjukkan perubahan besar arah bisnis Lotus. Perusahaan tidak lagi sepenuhnya mengejar elektrifikasi penuh, tetapi beralih ke kombinasi ICE, hybrid, dan EV sesuai kebutuhan pasar.

Portofolio BEV seperti Lotus Eletre, Lotus Emeya, hingga hypercar Lotus Evija tetap menjadi bagian penting bisnis.

Namun, fokus pertumbuhan jangka pendek kini banyak bertumpu pada teknologi hybrid, termasuk sistem X-Hybrid yang sudah mulai digunakan pada SUV Eletre X.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga

Mobil

Last updated on 24 April, 2026 Lotus Eletre EV ini nantinya akan masuk ke segmen permium crossover listrik dan melawan beberapa nama lainnya seperti...

Mobil

Pabrik mobil sport kelas ringan, Lotus, memasuki era baru dalam bisnisnya dengan menawarkan mobil entry-level barunya, Emira, yang digadang gadang menjadi mobil kecil yang...