Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tips

Tanda Baterai Mobil Listrik Bermasalah, Pengguna Wajib Waspada

Baterai mobil listrik
Baterai mobil listrik (sumber: Rebecca Cook/Reuters)

Autos.id – Kamu pernah merasa jarak tempuh mobil listrik tiba-tiba berkurang drastis dibanding sebelumnya? Atau saat proses pengisian daya, indikator baterai terlihat tidak stabil atau seperti “meloncat”? Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada baterai mobil listrik.

Dikutip dari Carmudi (10/5/2026), Bastian Dirgantara, pemilik Bengkel Dirgantara Auto Project yang bergerak di bidang spesialisasi baterai mobil listrik, menjelaskan bahwa tanda paling umum dari baterai yang mulai bermasalah adalah penurunan jarak tempuh yang cukup signifikan.

Salah satu indikasi paling mudah dikenali adalah penurunan jarak tempuh atau range. Dalam kondisi normal, mobil listrik seharusnya mampu mendekati klaim pabrikan. Namun ketika baterai mulai mengalami degradasi, selisihnya bisa cukup jauh.

Misalnya, mobil dengan klaim jarak 300 km hanya mampu menempuh sekitar 220 km dalam pemakaian harian yang serupa. Penurunan seperti ini biasanya menjadi sinyal awal adanya masalah pada kesehatan baterai.

Tanda lain yang cukup sering muncul adalah ketidakstabilan indikator baterai. Persentase daya bisa terlihat tidak konsisten, seperti melonjak saat proses pengisian atau turun lebih cepat dari perkiraan ketika mobil digunakan.

Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan pada sel baterai atau sistem manajemen daya yang bekerja lebih keras dari biasanya.

Selain indikator, penurunan daya yang terasa lebih cepat saat mobil digunakan juga menjadi tanda penting. Mobil bisa terasa normal di awal, namun persentase baterai turun lebih agresif ketika digunakan dalam perjalanan atau saat menghadapi beban tertentu.

Hal ini sering berkaitan dengan kondisi sel baterai yang tidak lagi mampu menyuplai daya secara stabil.

Baterai yang mulai bermasalah juga berdampak pada performa kendaraan secara keseluruhan. Akselerasi bisa terasa lebih lambat, tenaga tidak konsisten, atau respon mobil tidak sehalus biasanya.

Meskipun tidak selalu langsung disadari, perubahan ini biasanya terasa setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah proses pengisian daya yang tidak berjalan normal. Waktu pengisian bisa terasa lebih lama atau justru indikator daya tidak naik secara stabil.

Dalam beberapa kasus, grafik pengisian terlihat tidak konsisten, yang menunjukkan adanya gangguan pada sistem baterai atau manajemen pengisian.

Faktor yang mempercepat kerusakan baterai

Salah satu faktor yang paling sering disebut adalah penggunaan fast charging yang terlalu sering. Arus besar dari fast charging membuat sistem pendinginan baterai bekerja lebih keras, sehingga mempercepat degradasi jika dilakukan terus-menerus.

Sebaliknya, pengisian menggunakan AC charger yang lebih lambat dinilai lebih stabil karena membantu menjaga keseimbangan tegangan antar sel baterai.

Selain itu, suhu lingkungan juga berpengaruh besar. Suhu yang terlalu panas, terutama di atas 60 derajat Celsius, dapat mempercepat penurunan kualitas baterai. Kondisi ini sering terjadi pada kendaraan yang sering terparkir di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Perbaikan baterai membutuhkan waktu cukup lama

Jika terjadi kerusakan serius, proses perbaikan baterai mobil listrik umumnya tidak bisa dilakukan dengan cepat. Dalam kondisi normal, perbaikan memakan waktu sekitar satu bulan.

Namun jika terdapat komponen yang harus dipesan terlebih dahulu, durasinya bisa mencapai hampir dua bulan, tergantung tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang.

Dalam proses perbaikan, terdapat beberapa komponen yang tergolong sulit ditangani. Salah satunya adalah sistem software yang pada beberapa mobil listrik masih dikunci oleh pabrikan, sehingga membutuhkan prosedur khusus.

Selain itu, kabel fleksibel di dalam baterai juga termasuk komponen yang umumnya tidak bisa diperbaiki dan harus diganti jika mengalami kerusakan.

Jadi buat kamu yang memiliki mobil listrik atau sedang mempertimbangkan untuk membelinya, penting untuk memperhatikan kondisi baterai sejak dini agar tidak terjadi penurunan performa yang lebih serius.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga

Berita

Jakarta, Autos.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kebijakan insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai tetap berlaku. Insentif tersebut mencakup pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor...

Berita

Autos.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengumumkan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu kebijakan yang disiapkan...

Berita

Autos.id – Selama beberapa tahun terakhir, memiliki mobil listrik di Indonesia—khususnya di Jakarta—terasa jauh lebih ringan di kantong. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) nol rupiah,...

Berita

Autos.id – Perubahan lewah Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 sebenarnya bukan sekedar revisi administratif. Tapi, menunjukkan perubahan struktur insentif yang bakalan ganggu permintaan. Selama...