Connect with us

Hi, what are you looking for?

Motor

Sejarah Honda Mega Pro, Dari Primus Sampai Injeksi Motor Legendaris Melekat Dihati

Kalau ngomongin motor sport 150cc yang pernah jadi idaman anak muda era 2000-an, nama Honda Mega Pro pasti masuk daftar.

Honda MegaPro merupakan penerus kejayaan dari Honda GL Pro. Generasi pertamanya dikenal dengan nama MegaPro Neotech.

Pertama kali dikenalkan pada 1999, dengan basis mesin Honda GL Pro Neotech 156 cc (GL Pro edisi terakhir). Terjadi perubahan bentuk, semula serbakotak, jadi membulat. Terlihat di bagian bodinya, lampu serta speedometer.

Sayang belum disematkan elektrik starter.Tampangnya macho, mesinnya bandel, dan posisinya nyaman buat harian maupun turing. Enggak heran kalau Mega Pro sempat jadi salah satu tulang punggung segmen sport naked di Indonesia.

Yuk kita nostalgia, bahas perjalanan panjang Honda Mega Pro di Indonesia.

Generasi 1 Mega Pro Neotech / Mega Pro Hiu (1999–2001)

Mega Pro pertama hadir sekitar 1999 dengan nama Mega Pro Neotech. Model ini dibangun dari basis GL Pro Neotech 156 cc.

Desainnya berubah cukup signifikan dari model sebelumnya yang kotak, jadi lebih membulat di bodi, lampu, dan speedometer.

Sayangnya, generasi pertama ini belum dilengkapi dengan starter elektrik, jadi masih pakai kick starter.

Generasi 2  New Mega Pro 160 (2002–2005)

Tahun 2002, Mega Pro naik level dengan penambahan starter elektrik  fitur yang benar-benar bikin hidup lebih mudah saat pagi hari atau macet.

Desainnya tetap sama seperti generasi pertama, hanya striping yang dibuat lebih menarik.

Di 2004, Honda bahkan merilis varian dengan pelek CW (Casting Wheel) palang enam hitam, membuat tampilan motor semakin padat dan sangar.

Produksi generasi ini berlangsung hingga akhir 2005.

Generasi 3 Mega Pro Primus (2006–2009)

Nah, generasi ketiga yang muncul di 2006 ini bisa dibilang jadi versi yang paling dikenang banyak orang.

Meski resmi bernama Mega Pro Advance, masyarakat malah lebih sering menyebutnya Mega Pro Primus karena dibintangi Primus Yustisio di iklan dan punya slogan “Motornya Lelaki.”

Desainnya berubah drastis  dari tangki sampai buritan jadi satu kesatuan yang terlihat lebih ramping dan modern.

Tangki dibuat lebih tinggi, stop lamp baru pakai multireflektor, dan keseluruhan bentuknya bikin motor ini terlihat lebih gagah dan classy.

Suspensinya juga lebih empuk menurut banyak pemiliknya, dengan suspensi depan teleskopik dan belakang pakai double shock breaker.

Mesinnya sendiri tetap sama seperti generasi sebelumnya: 4-tak, OHC, 1 silinder, 156,7 cc berpendingin udara.

Tapi ada yang baru di bagian Air Induction System (AIS) pada silinder head-nya,  fungsinya membantu mengurangi polusi dengan memasukkan udara ke lubang exhaust, membuat Mega Pro Primus sedikit lebih ramah lingkungan dibanding versi lama.

Generasi 4 New Mega Pro (2010–2013)

Gempuran kompetitor bikin Honda bergerak cepat. Di 2010, lahir New Mega Pro yang berubah total dari generasi sebelumnya.

Bukan cuma body yang jadi lebih maskulin dan fresh, tapi basisnya juga berbeda motor ini sebenarnya pelokalan dari Honda Unicorn Dazler di India.

Tampilan lampunya kini lebih tajam, speedometer kombinasi analog-digital, dan bodinya lebih berisi dengan shroud yang memanjang. Suspensi belakang juga berubah jadi monoshock untuk bikin handling lebih stabil.

Sekilas mirip motor sport modern lain karena pakai cakram di belakang dan pelek 17 inci, sedangkan generasi sebelumnya pakai 18 inci.

Mesin juga ikut “disunat”: kapasitas turun dari sekitar 160 cc jadi 150 cc, tapi tenaga di atas kertas tetap cukup besar  sekitar 13,7 hp.

Sementara Mega Pro Primus 160 cc hanya punya 13,3 hp. Honda bilang ini karena mesin generasi baru lebih halus, minim getaran, dan sudah lolos uji emisi EURO 3.

Namun sayangnya, perubahan ini bikin beberapa penggemar kurang puas.

Akselerasinya terasa turun dan penjualannya nggak sehangat generasi terdahulu. Bahkan model ini sempat jadi kurang diminati di pasar motor bekas.

Generasi 5 Mega Pro FI (2014–2018)

Teknologi motor makin maju, dan Honda mengikuti tren itu dengan merilis Mega Pro FI di 2014. Motor ini dilengkapi sistem injeksi PGM-FI khas Honda, yang bikin konsumsi bensin lebih efisien dan performa lebih konsisten.

Desainnya masih mirip New Mega Pro, hanya beberapa detail berubah seperti shroud yang lebih pendek, bodi tengah lebih ringkas, knalpot lebih panjang, dan footstep belakang model gantung. Stripingnya dibuat lebih sporty biar tampak lebih segar.

Ini jadi generasi terakhir Honda Mega Pro. Pasar motor naked mulai banyak ditinggalkan karena tren skutik yang makin diminati, jadi penjualan motor seperti ini makin menurun.

Akhirnya pada 2018, Mega Pro FI sudah tak lagi dijual di diler, dan di pertengahan 2019 motor ini juga benar-benar hilang dari portfolio Astra Honda Motor.

Honda Mega Pro adalah salah satu motor sport legenda Indonesia. Dari seri Neotech sampai Mega Pro FI, motor ini punya tempat sendiri di hati pengendara yang mencari performa, kenyamanan, dan gaya maskulin klasik.

Perjalanan panjangnya menunjukkan bagaimana Honda selalu berusaha menyempurnakan model ini dari generasi ke generasi.

Kalau kamu pernah punya atau lihat Mega Pro di jalan, pasti ngerti kenapa banyak orang nostalgia sama motor ini  bukan cuma karena tampangnya, tapi karena karakter dan ceritanya sendiri.

[berbagaisumber]

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga

Honda

Autos.id – Menjelang penutupan tahun 2025, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) menghadirkan program End Year Sale untuk konsumen sepeda motor Honda di wilayah Jakarta–Tangerang....

Balap

Suzuka, Jepang, Autos.id  – Pada seri pembuka ajang balap Super Formula musim 2025 yang diadakan pada tanggal 8 dan 9 Maret 2025 Honda berhasil...

Daftar Harga Motor

Autos.id – Honda pada saat itu keluarkan motor matik untuk decoy product. Sebenarnya bukan decoy melainkan produk dari Honda Jepang. Kali ini Honda Dio...

Mobil

Autos.id – Bicara soal Hot Wheels sendiri, banyak penggemar Die Cast satu ini di indonesia bisa bilang paling antusias. Saking antusias, banyak yang mengincar...