Autos.id – Insiden yang melibatkan SUV Jetour T2 di Tol Jagorawi akhirnya mendapatkan kejelasan resmi. Hasil investigasi JETOUR T2 lakukan oleh PT Jetour Sales Indonesia bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas akibat benturan keras, bukan karena kegagalan sistem keselamatan kendaraan.
Audiensi klarifikasi dipimpin oleh Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho, dan hadiri oleh berbagai unsur teknis, termasuk perwakilan pengujian tipe kendaraan, tim sertifikasi, serta Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Bekasi. Pertemuan ini bertujuan menelusuri kronologi, spesifikasi teknis kendaraan, performa sistem keselamatan, serta potensi risiko kebakaran secara objektif berbasis data.
Hasil Investigasi Menunjukkan Hal berbeda
Dari paparan investigasi, ketahuan bahwa saat benturan terjadi, sistem keselamatan Jetour T2 bekerja sesuai desain. Airbag mengembang penuh, struktur kabin tetap stabil, kendaraan tidak terguling, dan pintu masih dapat terbuka normal setelah benturan. Temuan ini menunjukkan integritas struktur serta fungsi keselamatan berjalan sebagaimana dirancang dan memenuhi regulasi keselamatan yang berlaku.
Analisis teknis juga menegaskan bahwa kejadian ini kategorikan sebagai tabrak samping (side impact), bukan tabrak belakang. Benturan ekstrem menyebabkan roda depan dan belakang sisi kiri mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat bagian bawah kendaraan bergesekan langsung dengan permukaan aspal, yang kemudian memicu munculnya api sebagai dampak lanjutan pascabenturan hingga kendaraan terbakar. Dengan kata lain, kebakaran terpicu oleh konsekuensi mekanis dari benturan keras, bukan karena cacat desain ataupun kegagalan sistem keselamatan.
Secara produk, Jetour T2 telah memenuhi sejumlah standar keselamatan internasional. Termasuk pengujian ASEAN NCAP serta regulasi UNECE seperti ECE R153 dan ECE R34. Kepatuhan ini menjadi dasar bahwa spesifikasi keselamatan kendaraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia maupun global.
Tentu saja, sesuai dengan hasil investigasi Jetour T2 kemarin.
Komitmen Jetour Indonesia Terhadap Investigasi Kecelakaan
President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan sejak awal perusahaan berkomitmen melakukan investigasi teknis secara terbuka dan berbasis fakta. Ia menyatakan hasil investigasi menunjukkan sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar, dan keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Dengan keluarnya hasil klarifikasi ini, insiden Jetour T2 di Tol Jagorawi secara resmi posisikan sebagai kecelakaan lalu lintas akibat benturan keras. Bukan karena kegagalan teknis kendaraan. PT JETOUR Sales Indonesia juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap produk. Serta menjaga transparansi komunikasi kepada publik demi memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
