Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Otomotif

Perubahan Mesin F1 Sepanjang Masa

Last updated on 18 Oktober, 2023

Autos.id – Setiap perubahan mesin F1 sepanjang masa dari generasi ke generasi berikutnya, selau mengalami perubahan yang signifikan.

Mesin F1 pada periode pernah awal memakai unit 4500cc dan memiliki tenaga nyaris 500 Break Horse Power.

Meskipun, sebenarnya bodi dan aerodinamika belum sehebat sekarang ini. Karena pada masa itu, teknologi masih tergolong masih sangat minim dan masih tertinggal jauh.

Seiring dengan berjalannya waktu, mesin F1 mengalami perubahan dari masa ke masa.

Hingga sampai pada puncaknya, kendaraan ini memiliki pengaman yang terbaik untuk mencegah pembalapnya dari benturan yang keras.

Berikut Perubahan Mesin F1 Sepanjang Masa

 

Awal – Tahun 1947: 4.500 cc dan 1.500 cc turbo

Walaupun Formula 1 pertama kalinya berlangsung pada tahun 1950 tetapi evolusi mesin sudah terjadi semenjak tahun 1947.

Beberapa mesin balap era tersebut, yang seterusnya tetap terpakai pada mobil Formula 1. Zaman tahun itu setelah perang dunia dua, ada dua mesin untuk kendaraan f1.

Tipe pertama ialah 4500cc, murni, tanpa turbo. Atau Bahasa teknisnya naturally aspirated. Istilah-istilah menyebutkan tipe ini ialah atmospheric. Tipe ke-2 yang di perbolehkan ialah unit 1500cc, dengan turbo pengisi daya.

Ketika pada balapan Indianapolis 500, yang berlangsung tahun 1950 sedikit ada ketidaksamaan. Yakni 4500cc tanpa turbo, dan 3000cc dengan turbo.

Bentang tenaga yang dibuat juga termasuk gahar, berada di range 425 Break Horse Power.

Jika BRM tipe 15 yang memakai unit 1500cc Turbo dapat hasilkan tenaga 600 Horse power.

Baca juga: Teknologi Halo di F1, Cara Kerja dan Sejarahnya

Tahun 1954: 2.500 cc dan 750 cc turbo

Pada musim ini, FIA mengaplikasikan peraturan pemakaian mesin baru. Untuk Naturally Aspirated, memakai unit 2500 CC, dan unit Turbo, terbatasi cuma 750cc.

Walau demikian, tidak ada satu team pabrikasi juga yang memakai unit berturbo, 750cc. Tenaga yang dibuat turun sampai 290horse power.

Jika nurut orang normal, tenaga segede itu tanpa perangkat tolong pengontrol mobil, masih besar.

Dan untuk membalap di Indianapolis 500, ketentuan lama tetap dipakai. Ketentuan permesinan ini berlaku minimal pada periode waktu s/d 1954 sapai dengan 1960 atau tujuh musim.

Tahun 1960

Memulai musim tahun 1960, dibikin ketentuan baru. FIA rasakan power mesin masih tetap terlampau beresiko buat kelangsungan Formulasi 1. pada ketentuan lama, mobil yang bisa tembus pada kecepatan 290 km/jam. Pada kecepatan begini, pasti benar-benar rawan pada kelangsungan balapan, dalam makna masalah keselamatan rider.

Bukanya apa ya, kita balik lagi ke susunan bodi mobil yang belum oke. Kestabilan payah untuk menyeimbangi kemampuan mesin.

Baca juga: Mengenal Teknologi DRS F1, Cara Kerjanya!

Tahun 1966 s/d 1986: 3.000 cc dan 1.500 cc turbo

Jumlahnya kritikan berkenaan kecepatan mobil, khususnya oleh team peserta balapan, FIA juga memberi respon dengan meningkatkan kubikasi mesin.

Mereka membolehkan pemakaian mesin dengan kubikasi 3000cc, dan semua merasa mesin ini opsi logis lah. Formulasi 1 begitu lho! Ini juga bberapa team masih merasa kurang dan mengharap mesi yang semakin lebih besar.

Turbo cuma diperbolehkan pada mesin dengan kubikasi 1500cc. Seperti saat ini donk? Berbeda! Berbeda jauh.

Turbo zaman dahulu belum sehebat sekarang ini. Lagian selainnya turbo, saat ini kana ada induksi dari mesin listrik . Maka tetap tidak ada mirip-miripnya. Lagian zaman saat ini kan 1600cc. Bukan 1500.

Tahun 1987: 3.500 cc

Di tahun 1987 team-team yang mulai memakai turbo memimpin grid. Dan FIA memang melegalkan pada zaman awalnya.

Ketimpangan malah tiba pada besaran boost yang di menghasilkan oleh elemen Turbo. FIA juga ambiljalan tengah, masih tetap mengizinkan turbo, tetapi dengan limitasi boost yang dibuat. Yakni cuma sampai 4 bar saja pada mesin 1500cc. dan mesin non turbo, terbatasi sampai pada 3500cc.

Tahun 1995: 3.000 cc

Setelah V10 3500cc, FIA mengubah peraturan kembali. Ini kali unit masih tetap dengan komposisi V10, tetapi kubikasi diturunkan jadi 3000cc, tanpa Turbo. Sesudah sejak dari awalnya 1990 an Renault memimpin, karena itu tahun ini ( 1995) masih memimpin. Minimal gelar Benetton yang memakai unit Renault RS 9 mengantar Michael Schumacher juara dunia, dan Williams yang pemakai Renault, merampas juara konstruktornya.

Tahun 2006: 2.500 ccc

Supremasi Ferrari membuat FIA perlu memeras otak untuk membikin balapan menjadi makin menarik. Karena tiap balapan selalu tertebak siapa pemenangnya. Walaupun pada musim ini Renault kembali Berjaya dengan merealisasikan mimpi Fernando Alonso raih gelar pertama kalinya. Pada akhirnya tahun 2006 peraturan berganti kembali dengan gantikan unit V10 sesudah 10 tahun.

Unit V8 dengan kubikasi 2500cc sah dipakai awal tahun 2006. Jujur, kami individu juga sebenarnya kurang demikian sukai dengan suara mesin yang ‘mengecil’ ini, secara kubikasi.

Baca juga: Formula E 2023 Akan Berlangsung di Jakarta

Tahun 2013: 1.600 cc turbo

Tahun ini bisa dikata tahun peralihan besar-besaran pada mesin Formulasi 1. Jika awalnya unit 2400cc V8, saat ini dipotong kembali jadi unit 1600cc, Turbo, dan plus tambahan kembali elemen kers yang hasilkan daya dari mesin elektriknya. Berikut yang disebutkan zaman Hybrid atau Hibrida. Mesin ini dipakai sampai dengan sekarang ini.

Sumber: Berbagai Sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

error: Content is protected !!