Autos.id – Wuling Aira EV dipastikan meluncur di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai mobil listrik baru untuk pasar Indonesia. Meski hadir sebagai model baru, Wuling menegaskan Aira EV bukan pengganti Air EV yang sudah lebih dulu dipasarkan.
Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, mengatakan Air EV dan Aira EV memiliki karakter yang berbeda. Air EV tetap diposisikan sebagai kendaraan listrik yang lebih personal, sedangkan Aira EV dirancang untuk menawarkan kepraktisan lebih bagi penggunaan sehari-hari di perkotaan.
Tampilan belakang dan sisi Wuling Aira ev
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah konfigurasi bodinya. Wuling Aira EV menggunakan empat pintu sehingga akses ke bangku baris kedua lebih mudah, sementara Air EV mengusung desain dua pintu dengan konfigurasi kursi 2+2.
Selain itu, dimensi Aira EV juga lebih besar. Mobil ini memiliki panjang 3.268 mm, lebar 1.550 mm, dan tinggi 1.575 mm, sedangkan Air EV berukuran panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm. Dengan ukuran yang lebih besar, kabin Aira EV diklaim lebih lega.
Berikut perbedaan Wuling Aira EV dan Wuling Air EV.
| Aspek | Aira ev | Air EV |
|---|---|---|
| Posisi duduk | City car listrik yang mengutamakan kepraktisan | Mobil listrik personal |
| Jumlah pintu | 4 pintu | 2 pintu |
| Konfigurasi kursi | 4 penumpang | 2+2 |
| Dimensi | 3.268 x 1.550 x 1.575 mm | 2.974 x 1.505 x 1.631 mm |
| Tuas transmisi | Shift lever di belakang kemudi | Rotary knob |
| Head unit | Rasio layar lebih lebar | Layar memanjang |
| Voice command | Tidak tersedia | Wuling Indonesian Command (WIND) |
| Konektivitas | Smartphone interconnection, Android Auto, Apple CarPlay | WIND |
| Sistem pengisian | AC dan DC fast charging (CCS2) | AC charging |
| Baterai | 25,1 kWh | Varian tertinggi 25,1 kWh |
| Jarak tempuh | Hingga 300 km | Hingga 300 km |
Perubahan juga terlihat pada interior. Wuling memindahkan posisi tuas transmisi dari model rotary pada Air EV menjadi shift lever yang berada di belakang lingkar kemudi pada Aira EV. Head unit juga menggunakan layar dengan rasio yang lebih lebar.
Kabin banyak ornamen membulat
Berbeda dengan Air EV yang dibekali fitur Wuling Indonesian Command (WIND), Aira EV mengandalkan smartphone interconnection yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay untuk menghubungkan ponsel dengan sistem infotainment.
Di sektor pengisian daya, Aira EV sudah menggunakan konektor CCS2 yang mendukung pengisian AC maupun DC fast charging. Sementara itu, Air EV masih menggunakan sistem AC charging. Menurut Wuling, penggunaan port CCS2 dilakukan agar sesuai dengan standar ekosistem pengisian kendaraan listrik di Indonesia.
Aira EV sudah menggunakan konektor CCS2
Untuk performa, Wuling Aira EV dibekali motor listrik bertenaga 30 kW yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 25,1 kWh. Mobil ini menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dan memiliki jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan pengujian CLTC.
Aira EV juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan, antara lain dua SRS Airbags, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Control (ESC), rear parking camera, rear parking sensor, serta Electric Parking Brake (EPB) dengan Auto Vehicle Hold (AVH).
Aira ev menggunakan motor listrik berdaya 30 kW
Selain perbedaan dengan Air EV, Wuling juga melakukan penyesuaian pada Aira EV versi Indonesia dibanding model yang dijual di China dengan nama Mini EV. Perbedaannya meliputi posisi setir kanan, tema interior “Cookies and Cream”, serta penggunaan port pengisian daya CCS2 menggantikan standar GB/T yang digunakan di China.
Wuling akan mengumumkan harga resmi Aira EV saat peluncurannya di GIIAS 2026. Namun, perusahaan mengisyaratkan mobil listrik ini akan dipasarkan di kisaran Rp200 jutaan.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
