Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tips

Perbedaan Mendasar Antara Rem ABS dan Non-ABS

Indikator rem ABS

Last updated on 29 Februari, 2024

Teknologi rem ABS sudah jamak ditemukan pada mobil modern masa kini. Walau sudah menjadi fitur standar pada banyak mobil baru, tapi seberapa jauh Anda sudah mengenal rem ABS?

Jakarta, Autos.id – Kebanyakan mobil baru zaman sekarang sudah mengadopsi fitur keselamatan yang bernama Anti-lock Braking System (ABS).

Dengan adanya ABS, maka pengereman dapat dilakukan secara lebih cepat dan aman. Tak hanya itu, jika kita melakukan pengereman mendadak, maka mobil akan lebih mudah dikendalikan, sehingga meminimalisir kemungkinan keluar jalur atau menabrak.

Tapi jangan lupakan juga bahwa sampai saat ini, masih banyak mobil tanpa rem ABS. Biasanya, ini ditemukan pada mobil-mobil keluaran lawas. Bicara soal rem ABS dan non-ABS pada mobil, pastinya ada perbedaan mendasar antara keduanya, terutama pada teknik pengereman.

Untuk mobil yang sudah menggunakan rem ABS, saat melakukan pengereman, maka kita tidak perlu mengocok remnya, karena kinerjanya sudah otomatis diatur oleh sistemnya.

Bila masih mengerem dengan cara mengocok, maka itu dapat membahayakan pengemudi dan orang lain. Sebab, jika rem ABS dikocok, maka sistem justru akan kebingungan apakah ia harus mengerem atau tidak.

Baca juga: Ciri-Ciri Kabel Rem Motor Putus!

Struktur rem ABS

Begitu juga jika sedang berada pada kondisi darurat yang memaksa kita untuk melakukan pengereman mendadak. Bila mobil tersebut sudah memakai rem ABS, maka kita hanya perlu menginjak pedal rem dalam-dalam.

Simak artikel tentang ABS Lainnya

Setelah itu, pedal rem akan terasa bergetar akibat aliran minyak rem yang dibuka tutup oleh peranti ABS. Oleh karena itu, kampas rem juga ikut menjepit dan melepas cakram, semua itu terjadi dalam waktu yang sangat cepat.

Berbanding terbalik dengan rem ABS, untuk mobil yang belum memiliki ABS, maka pengeremannya tidak boleh dilakukan dengan cara menginjaknya begitu saja, alias perlu dikocok, terutama jika hendak berhenti dari kecepatan tinggi.

Maksud dari dikocok adalah, kita harus memanipulasi cara kerja rem ABS. Jadi setelah menginjak rem, kita harus melepasnya selama dua sampai tiga detik, setelah itu, baru injak rem lagi, dan terus lakukan hal yang sama sampai mobil berhenti dengan sempurna.

Kenapa kita harus melakukan teknik pengereman seperti itu pada mobil yang belum menggunakan rem ABS? Karena jika pengereman pada mobil non-ABS dilakukan dengan cara langsung menginjaknya secara dalam, nantinya itu dapat membuat ban terkunci. Alhasil, permukaan ban akan selip dan menyebabkan mobil meluncur tanpa bisa dikendalikan.

Baca juga: Apa Perbedaan Minyak Rem DOT 3 dengan DOT 4?

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Reviews

Suzuki dobrak pasar mobil elektrfifikasi pertama dengan harga kompetitif Jakarta, Autos.id  –  Hari ini (Jumat, 10/6) di Mall Kelapa Gading 3, PT Suzuki Indomobil...

Komparasi

Kedua pabrikan eropa ini telah meluncur beberapa waktu lalu, namun tak ada salahnya, Autos.id mencoba membandingkan keduanya, antara Aston Martin DB11 vs Porsche 911...

Komparasi

Kedua motor naked beda pabrikan ini sudah meluncur beberapa waktu yang lalu, namun tidak ada salahnya Autos.id mencoba untuk membandingkan keduanya Jakarta, Autos.id  – ...

Reviews

Forester dibangun dari Subaru Global Platform, meningkatkan keamanan & kenyamanan Jakarta, Autos.id  –  Hari ini (Rabu, 18/5), Subaru Corporation Japan dan PT Plaza Auto...

error: Content is protected !!
Exit mobile version