Connect with us

Hi, what are you looking for?

Motor Honda

Honda Skutik Dominasi Jakarta Fair!

AUTOSDOTID – Selesai sudah Jakarta Fair Kemayoran (JKF) 2026. Dan pastinya menyisakan euforia di tengah ekonomi yang belum menentu. Namun, Honda Motor lewat PT Wahana Makmur Sejati (WMS) malah mencatat penjualan mencapai 6.500 unit. Denan Honda Skutik dominasi di Jakarta Fair. Maka tunjukkan Honda masih berjaya!

Selama sebulan, angka tersebut mampu bukukan penjualan rata-rata lebih dari 200 unit per hari. Dan itupun hanya dari JIEXPO, Kemayoran. Angka ini jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan yang lain.

Skutik Tetap Menjadi Tulang Punggung Penjualan

Komposisi penjualan selama JFK 2026 memperlihatkan satu pola yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Segmen skutik masih menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan.

Vario Series menjadi kontributor terbesar dengan penjualan lebih dari 1.500 unit, disusul Stylo 160 yang mencatat lebih dari 1.400 unit. Di bawahnya terdapat Scoopy dengan lebih dari 1.000 unit, ADV160 lebih dari 900 unit, serta BeAT Series yang menembus 700 unit.

Distribusi tersebut menunjukkan bahwa permintaan pasar tidak hanya terkonsentrasi pada model dengan harga paling terjangkau. Konsumen justru semakin banyak memilih skutik bermesin lebih besar yang menawarkan performa lebih tinggi, fitur lebih lengkap, sekaligus desain yang memiliki karakter kuat.

Pergeseran Selera Menuju Skutik 160 cc

Menariknya, Vario dan Stylo sama-sama bermain di kelas 160 cc untuk varian tertingginya, tetapi menyasar karakter pembeli yang berbeda.

Vario mempertahankan posisi sebagai skutik serba guna dengan orientasi mobilitas harian. Posisi berkendara yang ergonomis, kapasitas bagasi, serta reputasi mesin menjadi alasan mengapa model ini masih menjadi pilihan utama komuter Jakarta-Tangerang.

Sebaliknya, Stylo 160 menunjukkan bahwa desain kini menjadi faktor yang semakin diperhitungkan konsumen. Kehadiran model terbaru ini mengisi ceruk pasar yang sebelumnya jadi garapan klasik modern. Dengan hasil penjualan terpaut tipis, menunjukkan konsumen lebih melihat desain jadi faktor utama tanpa korbankan aspek performa.

Portofolio Produk Menjadi Keunggulan Honda

Jika melihat lima model terlaris selama JFK 2026, terlihat bahwa Honda tidak bergantung pada satu produk unggulan.

BeAT masih menjadi pilihan bagi pembeli pertama dan pengguna yang mengutamakan efisiensi. Scoopy mempertahankan basis konsumennya di segmen retro modern. ADV160 tetap menarik perhatian konsumen yang menginginkan kenyamanan lebih untuk mobilitas jarak jauh maupun aktivitas akhir pekan.

Strategi ini membuat Honda memiliki cakupan pasar yang relatif lengkap, mulai dari entry level hingga premium scooter. Ketika satu segmen melambat, model lain masih mampu menjaga volume penjualan secara keseluruhan.

Pengalaman di Booth Menjadi Faktor Pendukung

Selain produk Wahana pun optimalisasi pengalaman pengunjung lewat sembilan zona. Mulai dari Prestige, Big Scooter, Fashion, Urban, Racing, EV, Xplorer, Speedy Lifestyle hingga Modif Corner.

Menurut Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati, Olivia Widyasuwita, tingginya antusiasme pengunjung didorong oleh kombinasi pilihan produk yang lengkap, program penjualan yang kompetitif, serta pengalaman yang dihadirkan selama pameran.

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pameran otomotif kini tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi. Booth juga berfungsi sebagai media untuk memperkuat citra merek sekaligus memperkenalkan gaya hidup yang ingin dibangun melalui setiap lini produk.

Dominasi Honda Belum Mudah Digeser

Hasilnya adalah penjualan di JFK 2026 ini kembali memperlihatkan kekuatan Honda bukan dari satu model saja. Melainkan kemampuan dan kebutuhan konsumen masih berjalan berdampingan.

Dominasi Vario dan Stylo juga menjadi sinyal bahwa pasar skutik premium masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama di kota-kota besar yang membutuhkan kendaraan praktis namun tetap menawarkan kenyamanan dan nilai emosional melalui desain.

Bagi kompetitor, tantangannya bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi membangun ekosistem yang mencakup jaringan penjualan, layanan purnajual, hingga kepercayaan merek. Selama faktor-faktor tersebut belum mampu ditandingi secara menyeluruh, pencapaian Honda di ajang seperti Jakarta Fair kemungkinan masih akan sulit dikejar.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.

Baca Juga

Exit mobile version