Mobil

Suzuki Beri Penjelasan Soal Berhentinya Penjualan Grand Vitara

Sejak akhir 2018 lalu, Suzuki tak lagi menjual Grand Vitara. Dengan demikian, praktis Suzuki tak lagi memiliki amunisi mobil SUV di Indonesia. Setelah tak lagi dijual, Suzuki akhirnya memberikan penjelasan tentang keputusan mereka untuk menghentikan penjualan Grand Vitara.

Jakarta, Autos.id – Jika melihat tren yang sedang terjadi di pasar otomotif nasional saat ini, sebenarnya agak disayangkan kalau Suzuki memutuskan untuk menghentikan penjualan Grand Vitara. Karena seperti yang kita ketahui, saat ini semakin banyak orang Indonesia yang menggandrungi mobil jenis SUV.

Meski terasa agak disayangkan, namun Suzuki mengakui kalau mereka memang sudah memikirkan secara matang tentang keputusan untuk menghentikan penjualan Suzuki Grand Vitara. Maka itu, mereka seolah tidak menyesali keputusan yang sudah dibuatnya itu.

Pastinya banyak yang penasaran kenapa Suzuki berani mengambil keputusan untuk tidak lagi menjual Grand Vitara. Terkait hal ini, salah seorang pihak internal dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), akhirnya memberikan penjelasan tentang dihentikannya penjualan Grand Vitara.

Suzuki Grand Vitara memiliki desain yang mengotak

“Suzuki sudah menjual Grand Vitara di Indonesia sejak 2006. Itu artinya, hingga akhir masanya di penghujung 2018 lalu, kami sudah menjual Grand Vitara selama 12 tahun. Selama Suzuki Grand Vitara dijual, mobil ini tidak pernah mengalami pergantian model. Tidak adanya perubahan model pada Suzuki Grand Vitara selama 12 tahun itulah yang menjadi penyebab diberhentikannya penjualan mobil ini,” bilang Harold Donnel, Head of 4W Brand Development and Marketing Research PT SIS.

Harold Donnel menjelaskan, selama 12 tahun, tren desain SUV selalu mengalami perubahan, dan sekarang, mobil jenis ini kebanyakan memiliki tampilan yang membulat. Desain SUV yang membulat itulah yang sekarang banyak diminati oleh konsumen.

Dalam hal ini, Suzuki mengakui kalau mereka memang tidak mengikuti perubahan tren tersebut. Makanya selama lebih dari satu dekade eksistensinya, Suzuki Grand Vitara selalu hadir dengan desain yang mengotak. Hal tersebut diakui Suzuki menjadikan desain Grand Vitara tampak konservatif jika dibandingkan dengan mobil lain sekelasnya.

Facelift kedua Suzuki Grand Vitara

Meski mengakui kalau Grand Vitara memiliki desain yang lebih konservatif dari para pesaingnya, namun Suzuki mengatakan kalau masih ada orang yang menyukai tampilan Medium SUV ini. Maka itu, di akhir perjalanannya di Indonesia, Suzuki sempat menjadikan Grand Vitara sebagai mobil yang segmented. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena pada akhirnya, masyarakat terbawa arus tren mobil SUV dengan desain yang membulat.

Rupanya, desain yang konservatif bukanlah satu-satunya hal yang memaksa Suzuki untuk  menyuntik mati Grand Vitara. Masih ada satu hal lagi yang membuat Suzuki Grand Vitara harus menyudahi perjalanan panjangnya di ranah SUV tanah air.

“Selain desainnya yang konservatif, Suzuki Grand Vitara juga memiliki fitur yang tidak selengkap Medium SUV lainnya. Terakhir kali kami memberikan fitur baru untu Grand Vitara adalah pada 2013, atau saat model facelift keduanya keluar. Tapi sayangnya, setelah model facelift keduanya diluncurkan, satu persatu pesaingnya mengalami pergantian model dan membawa sederet kecanggihan baru, kondisi itu tentu membuat Grand Vitara jadi kian tenggelam,” tutup Harold Donnel.

Baca juga: Rangkaian Program Suzuki Day Berlanjut di Solo

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top