PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali mempertegas strategi ekspansinya di luar Pulau Jawa. Bukan sekadar mengejar penjualan mobil baru, Honda kini mulai membangun ekosistem kepemilikan yang lebih lengkap melalui penguatan layanan purna jual dan perluasan jaringan mobil bekas bersertifikasi. jadinya Honda kembali lagi? Betul sekali.
Dengan luncurkan dua tempat, Honda Bintang Tabanan di Bali dan Honda Amartha Used Car di Samarinda, Kalimantan Timur. Keduanya jadi sinyal kuat Honda tidak bertumpu di kota besar lagi.
Di Tabanan, Bali, Honda meresmikan fasilitas Bodi & Cat pada 8 Mei 2026. Berdiri di atas lahan seluas 750 meter persegi, fasilitas ini diklaim mampu menangani hingga 70 unit kendaraan per bulan. Kehadiran fasilitas ini menjadi nilai tambah bagi konsumen Honda di Bali bagian tengah dan barat, yang selama ini harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan layanan perbaikan bodi dan cat berstandar resmi.
Dukungan teknisi terlatih dan spray booth beserta final inspection bay. Honda berikan layanan ini sebagai bagian dari upaya jaga kualitas kendaraan sekaligus kenyamanan pelanggan. Dalam industri otomotif, purna jual sering kali menjadi pembeda utama, dan Honda tampaknya memahami betul bahwa loyalitas pelanggan tidak dibangun hanya lewat produk baru.
Honda Used Car Amartha Hadir di Samarinda
Di sisi lain, langkah yang tak kalah menarik datang dari Samarinda. Pada 12 Mei 2026, Honda Amartha Used Car resmi menjadi dealer Honda Certified Used Car pertama di Kalimantan. Ekspansi ke pasar mobil bekas bersertifikasi ini menunjukkan bahwa Honda tak hanya ingin menjaga penjualan unit baru, tetapi juga mengamankan nilai jual kembali produknya di pasar sekunder.
Model bisnis ini jelas strategis. Konsumen Indonesia dikenal sensitif terhadap resale value, dan Honda selama ini menjadi salah satu merek yang kuat di aspek tersebut. Dengan hadirkan mobil bekas bersertifikasi. Honda bukan cuma menjual unit, tetapi juga menjual rasa aman! unit yang telah melalui inspeksi ketat, rekondisi menggunakan suku cadang asli, serta dilengkapi garansi tambahan selama 1 tahun atau 20.000 km.
Adapun unit yang masuk ke jaringan Honda Certified Used Car memiliki kriteria yang cukup ketat. Usia kendaraan harus di bawah lima tahun, odometer maksimal 100.000 km, dan seluruh proses inspeksi dilakukan oleh teknisi resmi. Standar ini penting untuk menjaga citra kualitas Honda agar tidak tergerus oleh pasar mobil bekas yang sering kali tidak konsisten dalam hal transparansi dan kondisi kendaraan.
Perluasan Layanan Jadi Komitmen Utama
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, Tegaskan perluasan layanan ini adala komitmen Honda untuk dekat ke pelanggan di luar Jawa.Tabanan dan Samarinda jadi bukti di luar Jawa pun Honda masih eksis. Dan tidak fokus ke kota besar atau di Jawa saja.
Secara total, Honda saat ini telah mengoperasikan 92 fasilitas bodi dan cat serta 19 outlet mobil bekas bersertifikasi di seluruh Indonesia. Angka ini memperlihatkan bahwa Honda tengah membangun fondasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar momentum sesaat. Di tengah persaingan otomotif yang makin ketat, jaringan aftersales dan used car yang kuat bisa menjadi senjata penting untuk mempertahankan loyalitas konsumen.
Ekspansi ke Bali dan Kalimantan juga menunjukkan arah baru strategi Honda di Indonesia. Wilayah luar Jawa kini tidak lagi diperlakukan sebagai pasar pelengkap, melainkan bagian penting dari pertumbuhan bisnis nasional. Bagi konsumen, ini berarti akses layanan yang lebih dekat, cepat, dan terstandarisasi. Bagi Honda, ini adalah investasi untuk menjaga posisi di pasar yang semakin kompetitif.
Langkah ini mungkin tidak terlihat seagresif peluncuran model baru, tetapi justru di sinilah letak kekuatannya. Dalam industri otomotif, bukan seberapa ramai sebuah merk umumkan produk. Namun seberapa rapat dan banyaknya mereka bangun jaringan After Sales. Karena konsumen pintar lebih melihat Layanan Purna Jual ketimbang produk itu sendiri.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
