Autos.id-Jakarta. Harga BBM yang terus berubah bikin banyak orang makin selektif saat memilih mobil.
Bukan cuma soal desain atau fitur, sekarang konsumsi bahan bakar jadi salah satu faktor utama. Apalagi kalau mobil dipakai buat ngantor setiap hari atau perjalanan jarak jauh.
Kabar baiknya, masih ada beberapa mobil bermesin bensin konvensional yang terkenal irit sekaligus masih aman menggunakan Pertalite (RON 90) sesuai rekomendasi pabrikan.
Artinya, kamu nggak perlu keluar biaya lebih buat isi Pertamax setiap kali mampir ke SPBU.
Lantas, mobil apa saja? Nih kita spill lima mobil paling irit bensin dan masih aman pakai Pertalite
1. Honda Brio Satya
Kalau ngomongin mobil irit, nama Honda Brio hampir pasti masuk daftar.
City car andalan Honda ini dibekali mesin 1.2L i-VTEC berkode L12B yang terkenal bandel, responsif, sekaligus hemat BBM.
Konsumsi BBM: Dalam kota: 15–18 km/liter, Tol: 22–24 km/liter
Masih Bisa Pakai Pertalite? Ya.
Mesin Brio memiliki rasio kompresi sekitar 10,2:1. Honda Indonesia merekomendasikan BBM minimal RON 90, sehingga Pertalite masih aman digunakan untuk pemakaian harian.
2. Suzuki Celerio
Meski sudah berhenti dijual, Suzuki Celerio masih jadi salah satu hatchback bekas paling irit di Indonesia.
Mesin K10B 1.0 liter miliknya memang terkenal sederhana, minim rewel, dan biaya perawatannya murah.
Konsumsi BBM: Dalam kota: 18–20 km/liter, Luar kota: 23–24 km/liter
Masih Bisa Pakai Pertalite? Ya.
Suzuki merekomendasikan penggunaan BBM minimal RON 90, sehingga Pertalite masih cocok digunakan.
3. Suzuki Karimun Wagon R
Mobil LCGC satu ini sering disebut sebagai rajanya mobil irit.
Selain bobotnya ringan, mesin K10B 998 cc juga terkenal sangat efisien.
Konsumsi BBM: Dalam kota: 18–20 km/liter, Tol: 22–24 km/liter
Masih Bisa Pakai Pertalite? Ya.
Karimun Wagon R dirancang untuk menggunakan BBM minimal RON 90, jadi Pertalite masih menjadi pilihan yang aman.
4. Daihatsu Sigra 1.0
Kalau butuh mobil keluarga yang tetap irit, Sigra 1.0 patut masuk daftar.
Mesin 1KR-VE 1.000 cc 3 silinder terkenal hemat dan biaya perawatannya juga rendah.
Konsumsi BBM: Dalam kota: 16–18 km/liter, Luar kota: 20–22 km/liter
Masih Bisa Pakai Pertalite? Ya.
Mesin Sigra 1.0 memiliki rasio kompresi yang masih kompatibel dengan RON 90, sehingga Pertalite masih sesuai rekomendasi.
5. Toyota Calya
Toyota Calya menjadi salah satu mobil keluarga terlaris di Indonesia.
Menggunakan mesin 1.2L 3NR-VE Dual VVT-i, Calya menawarkan kabin lega dengan konsumsi BBM yang tetap irit.
Konsumsi BBM: Dalam kota: 15–17 km/liter, Tol: 20–22 km/liter
Masih Bisa Pakai Pertalite? Ya.
Toyota Indonesia merekomendasikan BBM minimal RON 90, sehingga Calya masih aman menggunakan Pertalite.
Berapa Hematnya?
Misalnya kamu menempuh perjalanan 20.000 kilometer per tahun.
Kalau mobil hanya mampu mencatat konsumsi 10 km/liter, maka dibutuhkan sekitar 2.000 liter bensin.
Namun kalau menggunakan mobil yang mampu menembus 20 km/liter, kebutuhan bensin turun menjadi sekitar 1.000 liter.
Dengan harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, kamu bisa menghemat sekitar Rp10 juta per tahun hanya dari konsumsi bahan bakar.
Lumayan banget kan? Uangnya bisa dipakai buat servis, ganti ban, atau bahkan dana untuk modifikasi.
Tips Supaya Mobil Makin Irit
Meski mobilnya sudah terkenal hemat, gaya berkendara juga berpengaruh besar terhadap konsumsi BBM.
Beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
Hindari akselerasi mendadak.
Jaga putaran mesin tetap stabil.
Gunakan tekanan angin ban sesuai rekomendasi.
Servis rutin dan ganti oli tepat waktu.
Kurangi membawa barang yang tidak diperlukan.
Matikan mesin saat berhenti terlalu lama.
Kalau kamu mencari mobil bensin konvensional yang irit sekaligus masih aman menggunakan Pertalite, lima mobil di atas layak masuk daftar incaran.
Mulai dari Honda Brio Satya, Suzuki Celerio, Suzuki Karimun Wagon R, Daihatsu Sigra 1.0, hingga Toyota Calya, semuanya menawarkan konsumsi BBM yang hemat tanpa harus selalu mengisi Pertamax.
Di tengah harga BBM yang masih fluktuatif, memilih mobil dengan konsumsi bahan bakar efisien dan kompatibel dengan Pertalite bisa menjadi cara paling mudah untuk mengurangi biaya operasional harian tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
[berbagaisumber].
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
