Connect with us

Hi, what are you looking for?

Balap

Marc Marquez: “Tak Ada Gunanya Finish Ditempat Lebih Tinggi !”

Hanya finish di posisi keempat di GP Malaysia, Marc Marquez mengaku tak perlu menyelesaikan balapan untuk podium utama.

Malaysia, autos.id Marc Marquez mengakui tidak ada gunanya berusaha mengakhiri balapan di posisi lebih tinggi di Grand Prix Malaysia, mengingat keunggulannya dalam hal poin.

Pembalap Honda tersebut mendapat kesempatan untuk menyandang gelar juara dunia keempat di Sepang, namun tidak mampu bersaing secara maksimal dengan Andrea Dovizioso dalam kondisi lintasan basah.

Sementara Dovizioso mengalahkan rekan setimnya Jorge Lorenzo, Marc Marquez justru mengakhiri podium di posisi keempat di belakang Johann Zarco yang mewakili Tech 3 Yamaha, 17 detik di belakang pemenang balapan.

Itu artinya Marquez unggul 21 poin jelang balapan terakhir musim ini di Valencia, di mana tempat ke-11 sudah cukup bagi si pembalap asal Spanyol meraih mahkota juara dunia.

Marquez mengakui bahwa dia memutuskan untuk tidak memaksakan naik podium karena tiga poin tambahan tidak begitu memberi dampak pada peluangnya.

“Saya memulai balapan dengan cukup agresif sejak awal, maka saya menyadari dua pembalap Ducati lebih cepat dari saya,” kata Marquez, seperti dikutip Motorsport.com (1/11/2017).

“Kemudian saya sadar ketika saya mengimbangi Zarco, saya mengambil beberapa risiko, hal itu membuat saya memikirkan kondisi motor. Kurang lebih sama untuk mencapai keunggulan 24 poin atau 21 poin di Valencia, jadi saya memutuskan untuk bertahan di posisi keempat

“Sesuatu yang sangat penting dalam balapan adalah menjalani balapan dengan tenang, jangan sampai terbawa emosi dan tetap berhati-hati.

“Mungkin jika saya mengambil lebih banyak risiko, saya bisa menjadi juara di sini, tapi jika saya kecelakaan, saya bisa hanya unggul 7 atau 8 poin. Jadi lebih baik saya bermain aman.”

Marc Marquez – Honda

Ditanya mengapa ia tidak bisa bersaing sampai akhir dengan para pembalap Ducati, Marquez menjelaskan bahwa kurangnya kepercayaan diri pada tingkat pengereman motor dan resiko saat memacu kecepatan di tikungan adalah penyebabnya.

“Masalahnya adalah salah satu poin terkuat di titik pengereman dan saat masuk tikungan, kondisi saya tidak seperti balapan lainnya,” dia menjelaskan.

“Untuk beberapa alasan, saya tidak merasakannya. Tapi di akhir pekan, saya merasa kondisinya benar-benar tidak baik, saya merasa akan ada masalah jika saya terlalu memaksakan diri.

“Mereka (Ducati) selalu tampil bagus dalam hal akselerasi, kami sangat bagus saat masuk tikungan. Tapi balapan kali ini, kami gagal memanfaatkan peluang dan cuaca menjadi penghambat kami.”

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Berita Otomotif

MotoGP musim 2023 segera dimulai, dan salah satu yang jadi sorotan adalah Safety Car terbarunya. Autos.id – BMW M kembali dipilih sebagai penyedia mobil...

Motor

Beberapa alasan utama Suzuki memutuskan keluar dari MotoGP, salah satunya adalah netralitas karbon yang sedang mereka kejar. Autos.id – Kiprah Suzuki diajang balap MotoGP...

Motor

Yamaha YZF500 yang dilelang ini merupakan motor yang pernah dipakai balap Kenny Roberts Jr balapan debut di kelas GP500 tahun 1996 silam. Autos.id –...

Motor

Tanpa adanya tim satelit membuat Yamaha hanya akan menurunkan 1 tim dengan 2 motor saja untuk MotoGP musim 2023 mendatang. Autos.id – Sejak keikutsertaan...