Balap

Kimi Raikkonen Segera Perpanjang Kontrak di Ferrari ?

Kimi Raikkonen tampaknya semakin mungkin mendapatkan kontrak baru dari Ferrari, dengan Charles Leclerc bertahan di Sauber atau pindah ke Haas.

Italia, autos.id Serangkaian hasil buruk awal tahun ini, dikombinasikan dengan hasil Leclerc yang meningkat pesat di paruh pertama sebagai rookie, membuat Ferrari meragukan masa depan Raikkonen pada akhir 2018.

Namun, kepergian Sergio Marchionne – yang paling mendukung Leclerc – dan juga kemajuan yang ditunjukkan Raikkonen tampaknya telah membuatnya mendapat penangguhan.

Dengan prospek Raikkonen tentang kesepakatan baru Ferrari menjadi lebih mungkin, Leclerc bisa menjalani karir di Sauber atau pindah ke Haas, tim pelanggan Ferrari yang lain.

Haas sedang bersaing melawan Renault untuk posisi empat besar kejuaraan konstruktor, sementara Sauber hanya sesekali berjuang untuk mendapat poin karena masih belum mendapatkan momentum yang tepat.

Namun, kemajuan Sauber musim ini terbilang cepat dan tampaknya akan berlanjut dibawah kepemimpinan tim teknis Ferrari serta dukungan Alfa Romeo.

Hubungan dekat Ferrari dengan Sauber berarti Leclerc atau Antonio Giovinazzi adalah favorit untuk salah satu kursi di tim berbasis Swiss musim depan.

Leclerc bisa pindah ke Haas untuk bermitra dengan Kevin Magnussen karena Romain Grosjean berada di bawah tekanan untuk mempertahankan posisinya di tim Amerika.

Kimi Raikkonen

Leclerc pun sempat melakukan uji coba dengan Haas pada 2017 tetapi tidak dipertimbangkan untuk melakukan balapan pada 2018 karena tim tidak menginginkan level rookie.

Salah satu investor Sauber adalah Hans Rausing, pendukung Marcus Ericsson, yang ingin mempertahankan pembalap asal Swedia itu di F1 musim depan.

Namun, jika keputusan dibuat untuk tidak terus mendukung Ericsson, maka orang-orang seperti Grosjean atau Stoffel Vandoorne (pembalap McLaren saat ini) akan menjadi kandidat untuk menggantikannya.

Pimpinan tim Sauber, Frederic Vasseur, telah bekerja dengan Vandoorne sebelumnya, ketika tim ART Vasseur menjalankan operasional Vandoorne sampai memenangkan gelar GP2 2015.

Manajer Vandoorne, Alessandro Alunni Bravi, juga terkait dengan struktur kepemilikan Sauber.

Comments

0 comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top