Tips

Empat Bagian Mesin Mobil yang Perlu Diperiksa Setiap Hari

Selain fisik, pastinya kita juga perlu memeriksa dan memastikan bahwa mobil kita dalam kondisi yang prima, sehingga kita tidak mengalami hal buruk di tengah jalan. Saat melakukan pemeriksaan, pastikan bahwa Anda tidak melewati empat bagian di bawah ini.

Jakarta, Autos.id – Selain mengecek tekanan angin dan kaki-kaki, sebelum memulai perjalanan, tentu saja kita harus memeriksa komponen-komponen yang terdapat di ruang mesin mobil. Karena jika kita mengabaikan pengecekan di ruang mesin, bukan tidak mungkin kalau kita akan mendapatkan masalah di jalan.

Memang, jika kita melakukan pemeriksaan ruang mesin mobil, pastinya kita akan membutuhkan waktu yang agak lama untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh. Tapi untungnya, tidak semua komponen di ruang mesin mobil perlu untuk diperiksa setiap hari. Dari sekian banyak komponen yang terdapat di ruang mesin mobil, hanya ada empat yang wajib untuk diperiksa setiap hari.

Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa untuk memeriksa oli mesin. Waktu terbaik untuk memeriksa oli mesin mobil Anda adalah ketika mesin masih dalam kondisi dingin, alias ketika mesin dalam kondisi mati. Mengapa begitu? Karena ketika mesin dalam kondisi mati, maka oli sedang berada di posisi yang normal, sehingga kita bisa mengetahui dengan jelas seberapa banyak volume oli yang tersisa.

Periksa volume oli mesin melalui dipstick

Melakukan pemeriksaan oli mesin sangatlah mudah. Anda tinggal menarik dipstick berlabel “oil”, bersihkan batang pengukur oli, masukkan, dan tarik kembali. Periksa apakah oli berada dalam batas indikator di ujung dipstick. Jika oli berada cukup jauh di bawah tanda “Full”,  maka Anda harus menambahkan sampai penuh. Tapi jika oli berada di antara ujung dipstick dan full, maka volume oli masih terbilang cukup.

Setelah oli mesin, periksa juga oli transmisi. Jika mobil Anda menggunakan transmisi otomatis, pengecekannya perlu dilakukan dengan cermat agar komponen ini bisa beroperasi dengan baik. Pemeriksaan cairan ini sama sederhananya seperti mengecek oli mesin.

Saat hendak mengecek oli transmisi, cari dipstick dengan label “Transmission”. Lakukan langkah yang sama seperti pengecekan oli mesin. Anda bisa periksa apakah oli transmisi matik ini masih bersih dan tak ada serpihan logam. Jika ditemukan ada kotoran atau serpihan logam, sebaiknya Anda membawa mobil ke bengkel untuk penanganan lebih lanjut.

Jika volumenya kurang dari setengah, air radiator harus kembali diisi

Hal selanjutnya yang perlu diperiksa adalah volume air radiator. Untuk memeriksanya, lihat saja ketinggian air di tabung cadangan (resevoir). Pastikan berada di antara batas terendah dan tertinggi. Tambahkan bila ketinggian air mendekati level terendah.

Namun jangan mengisi air radiator hingga melewati batas “Full” karena menyebabkan air tak dapat tersedot masuk ke dalam cooling system. Pada mesin modern, sebaiknya tidak membuka tutup radiator. Pasalnya, pada mesin-mesin tertentu, gelembung udara pada cooling system dapat mebuat mesin overheat.

Terakhir jangan lupa untuk memeriksa aki. Cara mudah mengecek aki adalah menggunakan voltmeter yang dihubungkan ke terminal plus dan minus aki. Anda juga dapat melihat kondisi kedua terminal dan cek apakah ada kotoran dan karat. Jika ada karat, maka bagian yang korosi ini perlu dibersihkan dengan ampelas atau sikat kawat. Periksa juga jumlah cairan elektrolit di dalam aki, jika Anda menggunakan jenis aki biasa.

Baca juga: Hindari Kerusakan Power Steering Elektrik yang Bikin Kantong Jebol

COMMENT
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top