Tips

Jangan Terlalu Panik, Mobil Tetap Bisa Berjalan Walau Turbo Jebol

Turbo adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk meningkatkan tenaga mesin. Meski bisa meningkatkan tenaga mesin, tapi di sisi lain, turbo juga dapat menjadi bumerang apabila perangkat ini mengalami masalah atau kerusakan.

Autos.id – Perangkat turbocharger atau biasa disingkat turbo, umumnya disematkan pada mobil bermesin diesel. Namun kini sudah mulai banyak mobil bermesin bensin yang memakai perangkat ini. Bahkan tidak sedikit pula mobil baru dengan harga dibawah Rp 500 juta yang mesinnya sudah dibekali dengan turbo.

Prinsip kerja turbo adalah memanfaatkan tekanan udara dari gas buang untuk memutar turbin, sehingga udara yang masuk ke dalam mesin bertambah banyak. Alhasil, tenaga yang dihasilkan mesin pun juga semakin bertambah besar.

Sistem turbo ini yang dipasang pada mesin saat ini sudah dikendalikan oleh engine control unit atau ECU, agar dapat bekerja pada putaran mesin rendah. Hal itu dilakukan supaya mobil bisa berakselerasi dengan lebih cepat, tanpa perlu menunggu putaran mesin tinggi.

Seperti yang disinggung di awal tadi, meski punya kelebihan dapat meningkatkan tenaga mesin, namun perangkat turbo juga tak luput dari masalah. Jika turbo rusak, masihkah mobil dapat berjalan seperti biasanya?.

Mesin bensin dengan turbo

Sebelum mendapat jawabannya, penting bagi kita untuk mengetahui ragam kerusakan pada turbo. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada turbo, seperti tidak ada boost atau turbinnya yang jebol.

Untuk mesin turbo standar pabrikan, tidak terlalu besar kemungkinannya untuk mengalami kerusakan, dan untuk penggunaan harian masih jarang ditemukan kasus turbo rusak. Kalau turbo mengalami masalah, mobil tetap bisa berjalan. Tapi kembali lagi, kalau mati karena tidak ada boost, pastinya tenaga mesin jadi tidak responsif.

Kalaupun turbo mengalami kerusakan, gejalannya dapat dilihat dari knalpot yang mengeluarkan asap putih, yang menandakan kalau oli dalam turbo bermasalah lantaran jebolnya jurnal pada turbin turbo.

Sementara pada mobil kompetisi yang lazimnya menggunakan turbo kit high performance, jurnal turbonya sudah menggunakan ball bearing, sehingga lebih tahan banting. Malah sekarang ada yang pakai ceramic ball bearing yang kebutuhannya memang untuk balap dan agar turbo tidak cepat lemah biasanya membutuhkan turbo timer.

Honda Civic generasi ke-10, merupakan salah satu mobil yang mesinnya sudah memakai turbo

Perawatan mesin yang dilakukan secara berkala, berkaitan erat dengan perawatan turbo, yang dapat menentukan cepat atau lambatnya kerusakan yang dapat terjadi pada perangkat tersebut. Pergantian oli yang sesuai spesifikasi dan jarak tempuh juga menentukan kualitas pelumasan pada turbo.

Sebenarnya, perawatan mesin mobil yang dilengkapi dengan turbo ini tak jauh beda dengan mesin non turbo. Namun untuk perawatan mesin dengan turbo, diperlukan penanganan yang lebih spesifik, guna menjaga turbocharger tetap optimal.

Cara merawat turbocharger yang ada pada mesin bensin maupun diesel sebenarnya terbilang mudah dan sederhana, seperti rajin mengganti oli, menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi, dan mematikan mesin dengan cara yang baik dan benar.

Penting untuk diketahui sebelum mematikan mesin turbo, kita harus menunggu mesin dalam keadaan idle, agar rpm turbin menurun. Tujuannya adalah untuk menghindari perubahan suhu secara drastis pada turbo, yang dapat merusak komponen.

Jangan pula menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin, karena hal itu akan mengakibatkan pelumasan pada sistem turbo terhenti mendadak, sementara perangkat turbo masih berputar kencang.

Baca juga: Cara Membuat Mesin Diesel Modern Selalu Awet

COMMENT
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top