Berita Otomotif

Amerika Gagas Pemakaian Kamera Belakang Di Mobil, Apa Untungnya?

kamera belakang di mobil

Amerika dikabarkan menggodok regulasi pemakaian kamera belakang di mobil. Di negara adidaya hal tersebut menguntungkan, bagaimana di Indonesia?

Washington, Autos.id – Perangkat keamanan dan kenyamanan pengemudi mobil kini mulai mengalami perkembangan. Salah satunya di Amerika. Negara yang terkenal dengan kecanggihan teknologinya tersebut baru-baru ini digadang sedang menggarap lebih lanjut penggunaan kamera belakang di mobil. Fitur ini disebut sebagai fitur keamanan yang membantu pengemudi saat berada di jalanan.

Seperti yang diketahui, selama ini ada berbagai macam fitur kendaraan yang disematkan. Beragam fitur ini mulai dari alarm mobil yang bermanfaat untuk pengaman mobil agar terhindar dari aksi pencurian. Kini, yang terbaru munculnya kamera belakang.

kamera belakang di mobil membantu pengemudi melihat area belakang mobil

kamera belakang di mobil membantu pengemudi melihat area belakang mobil (Source: rearviewcamerareviews.com)

Berbeda dengan gawai smartphone yang memiliki fitur kamera belakang dimana fungsinya untuk berfoto dan merekam video, kamera belakang di mobil digunakan untuk membantu pengemudi agar melihat lebih jelas pandangan belakang mobil yang kemungkinan tidak terlihat pada kaca spion.

Bila biasanya, penglihatan pengemudi saat mengendarai mobil dibantu dengan dua kaca spion, kini penglihatan akan semakin nyata dan lengkap dengan adanya fitur canggih tersebut. Hal tersebut sesuai dengan aturan mengenai fitur wajib yang harus digunakan dalam semua mobil keluaran baru bulan Mei 2018 khususnya di Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Autotrader.com (16/5), NHTSA atau National Highway Traffic Safety Administration mengeluarkan aturan terbaru mengenai pemasangan kamera belakang di mobil. Kamera belakang ini disebut sebagai fitur wajib untuk semua mobil.

“Penyematan kamera belakang mobil menjadi aturan wajib di Amerika Serikat mulai awal Mei 2018”

Bila berkaca ke belakang, penyematan fitur kamera untuk membantu penglihatan pengemudi mobil bukanlah merupakan hal yang baru di Amerika Serikat. Pihak consumer safety group menginginkan fitur tersebut menjadi fitur wajib yang terpasang di berbagai mobil yang beredar saat ini.

Hal tersebut bukanlah tanpa sebab mengingat hingga kini masih banyak mobil yang belum dilengkapi dengan fitur kamera belakang. Bahkan regulasi mengenai hal ini sudah digagas oleh Pemerintah Amerika Serikat lewat Kementerian Transportasi Amerika Serikat dan NHTSA dari tahun 2004 silam.

Meski begitu, aturannya sendiri baru diresmikan pada awal Mei 2018 dengan tetap mempertimbangkan waktu kepada para pabrikan pembuat mobil untuk dapat beradaptasi. Tentu saja dengan pemakaian kamera belakang ini diharapkan kecelakaan yang tinggi bisa dikurangi.

Melihat dalam data, setidaknya ada 200 orang yang meninggal dan 14 ribu lainnya mengalami luka saat terjadi kecelakaan akibat tidak adanya penerapan kamera tersebut dalam kurun waktu satu tahun di kawasan Amerika Serikat.

Bahkan mirisnya, kebanyakan yang menjadi korban adalah anak-anak karena kurang maksimal dalam melihat sisi belakang mobil saat berkendara. Tidak hanya itu saja, pemerintah Amerika Serikat dengan NHTSA akan mengkaji regulasi mengenai fitur keamanan lainnnya yang harus ada di mobil baru. Beberapa fitur yang dimaksud diantaranya blind spot warning, lane departure warning, dan masih banyak lainnya.

Melihat Amerika Serikat yang selangkah lebih maju dengan menerapkan aturan penggunaan kamera belakang di mobil, ternyata Indonesia masih kalah jauh. Bahkan baru-baru ini, larangan untuk menggunakan musik di dalam mobil juga masih pro dan kontra. Terlepas dari hal tersebut, keamanan dan kenyamanan pengemudi di dalam mobil harus menjadi perhatian penting semua pihak.

Comments
To Top