Berita Otomotif

Teror Bom Tak Pengaruhi Jalannya Industri Otomotif Di Indonesia

industri otomotif di Indonesia

Meski siaga satu, faktanya teror bom yang belakangan terjadi tidak memberikan dampak yang siginifikan pada industri otomotif di Indonesia. Begini alasannya!

Jakarta, Autos.id – Masyarakat Indonesia sedang menghadapi ancaman yaitu teror bom. Mulai dari serangan yang terjadi di Mako Brimob, Depok hingga aksi bom bunuh diri di beberapa gereja yang tersebar di Surabaya. Meski begitu, teror bom tersebut rupanya tidak memberikan dampak yang siginikan terhadap industri otomotif di Indonesia.

Karena aksi serangan yang terjadi di Surabaya lalu, Polda Metro Jaya mengambil tindakan salah satunya dengan menetapkan status Siaga Satu khususnya untuk jajaranya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat pun dihimbau untuk tenang dan melakukan aktifitas sehari-hari namun tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan.

Berbicara mengenai efek teror bom tersebut, beberapa orang barangkali penasaran adakah dampak atas teror bom yang terjadi belakangan ini terhadap industri otomotif di Indonesia saat ini.

Dikutip dari laman Viva (14/05), Direktur Pemasaran di PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra menjelaskan bahwa ancama teror yang belakangan terjadi tidak memberikan pengaruh terhadap produksi mobil Daihatsu di tanah air.

“Teror bom yang terjadi tidak memengaruhi sektor industri otomotif di tanah air”

Menurut Amelia alasan tidak adanya perubahan dan pengaruh pada sektor produksi kendaraan Daihatsu khususnya karena semua karyawan masuk kerja layaknya hari biasa. Karena itu, meski di sejumlah daerah terjadi aksi teror namun produksi tetap dilakukan seperti biasanya.

Teror bom tidak pengaruhi industri otomotif di Indonesia saat ini

Teror bom tidak pengaruhi industri otomotif di Indonesia saat ini (Source: www.carpricingtips.com)

Lantas bagaimana dengan pengamanan di pabrik? Ia pun kembali menerangkan bahwa hingga saat ini kapasitas masih cukup sehingga belum ada penambahan ataupun  perubahan. Bahkan biasanya keamanannya diakui sudah ketat.

Senada dengan hal tersebut, Public Relation Manager di PT Toyota Astra Motor, Rouli Sijabat pun menjelaskan bahwa tidak ada distribusi mobil Toyota yang terganggu dengan adanya teror yang terjadi belakangan ini. Tentu saja hal ini membuktikan bahwa industri otomotif di Indonesia masih terbilang aman-aman saja.

Rouli menjelaskan mengenai produksi di pada wilayah Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMN masih aman dan lancar. Sementara pada bagian pengiriman kendaraan, hingga kini masih menjalankan sistem dan standar prosedur baku menuju diler resmi mereka.

Dampak dari teror bom di tanah air juga menjadi perhatian pihak Honda. Marketing and Aftersales Service Director di PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy pun mengomentari masalah tersebut. Menurut pantauannya, hingga saat ini distribusi produk mobil Honda masih berjalan seperti biasanya.

Ia berharap situasi teror tersebut bisa diatasi dengan sebaik-baiknya. Jonfis pun memberikan keterangan bahwa kini pihaknya masih terus melakukan pemantauan.

Nah, bila dilhat dari penjelasan beberapa pihak di atas, kesimpulannya memang industri otomotif di Indonesia saat ini terbilang kondusif meski aksi teror terjadi belakangan ini.

COMMENT
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top