Reviews

Review Suzuki Baleno Hatchback : Sekarang Bukan Lagi Sedan

Review Suzuki Baleno Hatchback kali ini kami diberi kesempatan oleh Suzuki Indomobil Sales untuk merasakan pertama kalinya Baleno terbaru yang bukan lagi sedan.

Jakarta, Autos.id – Kawan Autos… Kali ini kami akan membahas mengenai review Suzuki Baleno Hatchback. Loh.. Loh…Loh... Baleno sekarnag ada yang hatchback??? Ya, pemikiran inilah yang pertama kali juga muncul di kepala kami Kawan Autos. Wajar sih… karena sejak Baleno hadir di Indonesia pada 1996 lalu, kita mengenalnya sebagai small sedan dari Suzuki.

“Baleno awalnya memang kita kenal sebagai small sedan. Namun kini Baleno sudah bertranformasi menjadi The Complete Hatchback,” beber Setiawan Surya, Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam pemaparannya saat acara Media Test Drive Suzuki Baleno beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Lalu apa saja yang berubah dari Baleno generasi terbaru ini? Apakah cuma buntut bagasi belakang yang dipangkas atau ada banyak lainnya yang berubah?”

Lalu apa saja yang berubah dari Baleno generasi terbaru ini? Apakah cuma buntut bagasi belakang yang dipangkas atau ada banyak lainnya yang berubah? Mari kita ulas lebih detil review Suzuki Baleno Hatchback.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Eksterior

Hal paling menolok, sekaligus paling kami sukai dari Suzuki Baleno Hatchback adalah desain gril depannya. Bentuk curva dengan kombinasi krom dan abu-abu metalik ini mirip dengan desain beberapa mobil konsep Suzuki yang pernah dipamerkan dalam sejumlah event otomotif internasional.

Nah gril depan yang sangat ciamik itu kemudian selaras dengan bumper yang dibentuk dengan lekuk dinamis. Kedua ujung gril diselesaikan dengan lampu utama model projektor yang terintegrasi juga dengan LED Daytime Running Light (DRL). Alias lampu LED yang akan menyala ketika mesin dihidupkan.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Sedangkan pada bagian belakang, lekuk tubuh Suzuki Baleno Hatchback dibentuk dengan lekuk yang seksi. Bahkan menurut kami lebih seksi dari model sedannya terdahulu. Selain itu pada bagian bawah kaca belakang ada spliter dengan finishing krom. Terlihat keren dan beda dari kebanyakan hatchback Jepang.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Interior

Masuk ke dalam, Suzuki memberikan nuansa hitam dengan sedikit aksen silver. Aksen silver ini diberikan hanya pada ornamen panel AC dan handel pintu bagian dalam. Selebihnya dominan warna silver. Sementara joknya masih menggunakan material fabric.

Layout dashboard juga tak terlihat istimewa. Namun justru kami mengapresiasi lantaran bentuknya dibuat dengan cukup simpel namun pas untuk kebutuhan pengemudi maupun penumpang depan. Alias gak terlalu lebay… hehehe. Panel dashboard materialnya tetap plastik sama seperti beberapa mobil baru Suzuki lainnya di Indonesia.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Yang istimewa dari ruang kabin adalah bagi pengemudi terdapat panel Multi Information Display (MID) dengan informasi yang cukup lengkap. Mulai dari konsumsi rata-rata bahan bakar, torque meter, kecepatan rata-rata, sampai door open indicator yang berguna sebagai salah satu fitur keselamatan.

Hal menarik lainnya adalah ruang penumpang belakang begitu lega untuk ukuran hatchback compact. Dibanding Honda Jazz atau Toyota Yaris, jelas Baleno unggul jauh. Tubuh penulis setinggi 172 cm masih menyisakan ruang kaki sangat lapang manakala duduk di jok belakang. Kemudian sandaran kepala bangku belakang juga bisa diatur ketinggiannya.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Mesin

Suzuki Baleno Hatchback punya panjang 3.995 mm, lebar 1.745 mm, tinggi 1.510 mm, dan jarak sumbu roda 2.520 mm. Angka ini membuat Baleno 40 mm lebih panjang, 51 mm lebih lebar, 14 mm lebih rendah dari Honda Jazz. Sedangkan wheelbase Baleno lebih pendek 10 mm dari Jazz.

Mesin yang dipakai Baleno Hatchback adalah tipe K14B empat silinder segaris berkapasitas 1.373 cc. Mesin yang serupa dengan milik Ertiga ini diklaim sanggup meluapkan tenaga 92,4 PS pada 6.000 rpm dengant orsi puncak 130 Nm di 4.200 rpm.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Kami pun diberi kesempatan untuk menguji dua tipe dari Suzuki Baleno Hatchback ini. Yang pertama tipe transmisi otomatis yang kami uji di jalan perkotaan. Sensasi berkendaranya nyaman meski belum pakai gearbox model CVT, namun perpindahan gigi sudah cukup halus. Tetapi jika Kawan Autos tipe yang gemar membetot pedal gas, ada baiknya menahan hal itu di mobil ini. Lantaran mesin mobil akan teriak lantang, namun mobil belum ngacir dengan instan. Ada gejala akselerasi tertahan manakala mobil dipaksa kickdown.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Kalau Kawan Autos ingin yang lebih responsif, kami rekomendasikan Suzuki Baleno Hatchback transmisi manual. Hal itu lantaran saat kami pacu di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, akselerasinya begitu mencukupi pada setiap putaran mesin. Sementara soal suspensinya, Anda akan merasakan kaki-kaki yang keras, terutama di suspensi belakang. tetapi ini berefek pada kemampuan manufer dari Baleno yang layak dibanggakan.

Review Suzuki Baleno Hatchback

Harga

SIS mematok harga Suzuki Baleno Hatchback Rp 195 juta on the road Jakarta untuk tipe transmisi manual. Sementara untuk tipe transmisi otomatis Rp 207,5 juta on the road Jakarta. Berdasarkan hasil review Suzuki Baleno Hatchback yang sudah kami lakukan, kami merekomendasikan tipe transmisi manual untuk Anda yang suka akselerasi agresif, toh pedal koplingnya juga tak keras untuk pemakaian di traffic jam. Sementara kalau yang mau santai, tipe transmisi otomatis sudah paling cocok.

Comments
To Top